Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terangi Pulau Terpencil, PLTS Membuka Peluang Ekonomi dari Pariwisata
PT PLN (Persero) memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Derawan Berau Kaltim. Foto PLN

Samarinda, IDN Times - Pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mulai menjadi penopang penting bagi pengembangan destinasi wisata bahari di Kalimantan Timur (Kaltim), terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan keberadaan PLTS terpusat di sejumlah kawasan wisata bahari telah membantu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

"Kehadiran PLTS terpusat di kawasan pesisir seperti Kampung Malahing di Bontang dan Pulau Miang di Kutai Timur sangat vital untuk memperkuat posisi mereka sebagai destinasi wisata unggulan," ujar Ririn dilaporkan Antara di Samarinda, Minggu (31/5/2026).

1. PLTS mengaliri listrik di Bontang

PT PLN (Persero) memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Derawan Berau Kaltim. Foto PLN

Di Kampung Malahing, Kota Bontang, pemerintah telah mengoperasikan PLTS berkapasitas 30 kilowatt peak (kWp) untuk memenuhi kebutuhan listrik sejumlah vila dan fasilitas wisata yang berdiri di atas permukiman terapung.

Kampung Malahing dikenal sebagai destinasi wisata unik yang menawarkan panorama laut, keindahan terumbu karang, serta kehidupan masyarakat pesisir. Destinasi ini bahkan berhasil meraih Juara III Kategori Kampung Wisata Maju dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Sementara itu, Pulau Miang di Kabupaten Kutai Timur juga mendapat pasokan listrik dari PLTS terpusat berkapasitas 50 kWp. Kehadiran energi ramah lingkungan tersebut mendukung aktivitas pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

2. Listrik PLTS bagi masyarakat di wilayah terluar

Ekspedisi wisata Pulau Miang di Kutai Timur. Akun IG yuti_iban

Warga Pulau Miang kini memanfaatkan rumah mereka sebagai homestay untuk wisatawan yang datang menikmati keindahan bawah laut dan suasana pulau yang masih alami.

Menurut Ririn, pemanfaatan energi surya menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan pesisir dan perkampungan nelayan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis yang jauh dari daratan utama.

Untuk memperluas akses energi di wilayah terpencil, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama PT PLN (Persero) berkomitmen menghadirkan layanan listrik di 27 desa sepanjang 2026.

3. Wilayah desa di Kaltim belum menikmati listrik

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto. (Dok. Istimewa)

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto mengatakan hingga saat ini masih terdapat 72 desa yang belum menikmati layanan listrik.

"Saat ini masih terdapat 72 desa yang belum teraliri listrik. Tahun ini PLN akan mengintervensi 27 desa sehingga tersisa 45 desa yang masih memerlukan akses kelistrikan," kata Bambang.

Ia menjelaskan sebagian besar desa yang belum berlistrik berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang sulit dijangkau jaringan transmisi konvensional.

Karena itu, program pra-PLN berbasis PLTS menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan energi bersih sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata bahari di Kalimantan Timur.

"Program pra-PLN menggunakan PLTS merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk menghadirkan energi bersih sekaligus mendorong geliat pariwisata bahari di Benua Etam," ujar Bambang.

Editorial Team

Related Article