Terulang Kembali, Peserta Latsar SPPI asal Singkawang Meninggal Dunia

Singkawang, IDN Times - Nola Dya Sari, salah satu calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsar), diketahui merupakan warga Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Nola merupakan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dari Satuan Pendidikan (Satdik) C Kalimantan. Berdasarkan informasi yang diterima, pada 26 Juni 2026 ia masih mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran tanpa mengeluhkan gangguan kesehatan.
1. Nola tak punya riwayat penyakit sebelumnya

Namun, sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Ia kemudian dirujuk ke rumah sakit di Singkawang sebelum dipindahkan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak tertolong.
Kabar meninggalnya Nola mengejutkan pihak keluarga. Kakak sepupunya, Nila, mengatakan selama ini Nola tidak memiliki riwayat penyakit dan berangkat mengikuti Latsar dalam kondisi sehat.
"Saya pertama dapat informasi dari keluarga langsung kaget. Selama ini tidak ada riwayat penyakit, dia sehat-sehat saja," ujar Nila, Senin (29/6/2026).
2. DIlaporkan lolos Manajer Koperasi Merah Putih

Nila mengaku mengetahui bahwa Nola telah lolos seleksi dan akan bertugas sebagai Manajer Koperasi Desa Merah Putih. Namun, karena tinggal di Pontianak, ia tidak mengetahui secara rinci aktivitas Nola selama mengikuti pelatihan.
"Saya tinggal di Pontianak, jadi hanya tahu dia diterima bekerja di Koperasi Merah Putih. Tidak ada informasi lain sebelumnya," katanya.
Menurut Nila, keluarga awalnya menerima kabar bahwa Nola pingsan saat mengikuti kegiatan. Mereka pun bergegas menuju RSUD Abdul Aziz Singkawang dengan harapan kondisi Nola dapat tertangani.
"Awalnya kami diberi tahu dia pingsan. Kami kira hanya kelelahan, tetapi saat sampai di rumah sakit ternyata sudah dikabarkan meninggal dunia," ungkapnya.
3. Keluarga telah terima santunan

Usai proses pemakaman, lanjut Nila, pihak keluarga menerima santunan dari penyelenggara. Meski demikian, ia enggan mengungkapkan besaran santunan tersebut.
"Santunan diberikan kepada keluarga setelah pemakaman, sore harinya," tutup Nila.


















