Tiongkok Jadi Andalan, Ekspor Perikanan di Kaltim Tembus Rp230 Miliar

Samarinda, IDN Times - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur mencatat volume ekspor komoditas perikanan segar dari daerah itu ke Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, melalui penerbangan langsung mencapai sekitar 56 ton setiap bulan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, mengatakan penerbangan langsung tersebut berperan penting dalam menjaga kualitas dan kesegaran produk laut unggulan Kaltim hingga tiba di negara tujuan.
“Untuk sementara, penerbangan ekspor perikanan Kaltim ke Cina masih terfokus ke Kota Wenzhou,” kata Irma dilaporkan Antara di Samarinda, Jumat (19/6/2026).
1. Distribusi produk perikanan di Kaltim

Menurut dia, setiap jadwal pengiriman mampu mengangkut produk perikanan segar antara 7 hingga 12 ton. Penerbangan kargo yang melayani ekspor tersebut beroperasi secara rutin dua kali dalam sepekan.
Irma menjelaskan layanan kargo udara perintis yang menggunakan armada Rimbun Cargo diprioritaskan untuk komoditas yang membutuhkan penanganan cepat, seperti belut, kepiting, dan ikan segar.
Rute penerbangan ekspor langsung (direct call) tersebut resmi beroperasi sejak 14 Mei 2026 dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan sebagai titik keberangkatan utama.
Pesawat pengangkut komoditas perikanan segar dijadwalkan terbang setiap Senin dan Kamis pukul 22.00 Wita.
2. Sinergi antara pemerintah dan pelaku

Kelancaran ekspor ini didukung sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Saat ini, dua eksportir yang secara konsisten memasok komoditas perikanan segar dari Kaltim adalah CV 3A dan PT Atlas Agung Abadi.
Meski demikian, Irma menyebut ekspor produk perikanan Kaltim tidak hanya dilakukan melalui jalur udara. Sejumlah komoditas beku, seperti udang windu dan udang pink, juga dikirim menggunakan kapal laut.
3. Volumen ekspor perikanan di Kaltim

Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume ekspor perikanan Kalimantan Timur mencapai 1.262 ton dengan nilai transaksi sekitar Rp230 miliar.
Dari jumlah tersebut, udang windu menjadi komoditas ekspor terbesar dengan volume pengiriman mencapai 769,9 ton dan nilai ekspor sebesar Rp173,3 miliar.



















