Korban lain alami pingsan karena asap karhutla. (IDN Times/istimewa).
Ia menjelaskan, proses pemadaman masih menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat upaya pengendalian api menjadi lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Untuk menjangkau titik api yang tidak dapat diakses melalui jalur darat, BPBD mengandalkan operasi water bombing. Metode tersebut dinilai efektif, terutama di wilayah yang tidak memiliki sumber air.
“Peran water bombing sangat penting, terutama ketika akses darat sulit atau tidak ada sumber air. Kendalanya, ketika masih ada masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, proses pengeboman air menjadi tidak bisa dilakukan secara maksimal,” jelasnya.
BPBD berharap helikopter water bombing dan patroli udara dapat disiagakan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang agar waktu respons terhadap kebakaran dapat dipercepat.
Sementara itu, berdasarkan informasi BMKG, jumlah titik panas di Kalimantan Barat terus meningkat dan telah menembus lebih dari 100 titik. Di Kabupaten Ketapang, hampir seluruh kecamatan dilaporkan memiliki titik kebakaran yang sebagian diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan pada musim kemarau.