Warga Berjibaku Pikul Peti Jenazah Arungi Banjir di Perbatasan Kalbar

Sanggau, IDN Times - Banjir masih melanda di sejumlah Kabupaten di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), salah satunya adalah Kabupaten Sanggau. Sejumlah warga dan polisi tampak berjibaku memikul peti jenazah.
Peristiwa memilukan itu terjadi di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Minggu (11/1/2026) pag.
Karena banjir yang tak kunjung reda, warga dan polisi membawa peti jenazah mengarungi banjir tersebut, melalui Jalan Lintas Negara.
1. Pikul peti jenazah arungi banjir

Ambulan yang membawa jenazah dua warga Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau itu terhenti di bibir banjir yang melanda kawasan ini sejak pagi kemarin.
Suara sirine ambulan di ujung banjir itu telah memanggil empati Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana bersama personel Koramil serta warga setempat.
Naluri mereka bergerak, memanggul jenazah ditengah banjir, menyeberangkan jasad tak berdaya itu bertemu keluarganya dirumah duka.
“Jenazahnya dari RSUD Sanggau mau dibawa ke Entikong, tapi terhenti diwilayah kita karena ambulans yang dari Sanggau tidak bisa lanjut akibat banjir. Jadi kita sama-sama memikulnya untuk diseberangkan,” kata Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, Senin (12/1/2026).
2. Banjir sedalam 1,5 meter

Banjir terjadi pada tiga titik setinggi 1 hingga 1,5 meter yang merendam Jalan Lintas Negara di Kecamatan Beduai. Warga bersama perwira pertama Polisi itu memikul peti jenazah di bahunya.
“Ada tiga titik banjir yang kita lewati tadi. Yang cukup parah di Desa Bereng Berkawat, karena tinggir airnya mencapai 1,5 meter,” paparnya.
3. Pikul sejauh 250 meter

Mengayomi, melindungi setiap warga negara Indonesia, itu yang dilakukan para personel Polri di Beduai.
Bukan hanya bagi mereka yang masih hidup di tengah terjangan banjir tepi negeri, tapi juga untuk jenazah yang dipikul pagi ini. Sejauh 250 meter jenazah warga perbatasan itu dipikul.
“Di rumah duka ada keluarga yang menunggu jenazah itu, tentu mereka sangat khawatir. Jadi, kita upayakan mengurangi beban duka keluarga yang ditinggalkan dengan membawa jenazahnya semampu kita. Mohon maaf agak lama bawa jenazahnya, karena memang kita lewati banjirnya jalan kaki,” tukasnya.


















