Waspada! Pencurian Modus Ban Kempis Termasuk Kasus Baru di Samarinda

Samarinda, IDN Times - Rupanya dari penyelidikan polisi, modus pencurian dengan modus ban mobil kempis adalah kasus baru. Lazimnya ialah pecah kaca. Demikian dikatakan Kapolsek Samarinda Kota, AKP Aldy Harjastya saat dikonfirmasi pada Jumat (26/6) sore.
“Ini motif baru, belum pernah terjadi. Kami masih selidiki lagi kasus ini. Sementara dua orang saksi sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.
1. Analisis kepolisian pelaku memakai paku khusus agar angin ban berkurang perlahan

Dari catatan kepolisian, modusnya senada denga pecah kaca mobil. Awalanya korban dibuntuti atau diintai saat keluar dari bank, bedanya saat mobil diparkir kaca dipecah harta digondol. Sementara ban kempis lebih kepada menjebak korban agar berhenti di tengah jalan karena kendaraan kempis. Dua saksi ialah korban dan lainnya montir dekat lokasi kejadian, Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota.
"Para pelaku ini memakai semacam paku besi yang memiliki rongga di tengahnya untuk mengeluarkan angin kendaraan secara perlahan," jelasnya.
2. Pelaku dalam pengejaran, korban merugi Rp65 juta

Dari laporan yang diterima polisi, korban mengalami kerugian sekitar Rp65 juta. Maklum yang raib bukan cuma uang Rp5 juta, tapi juga 7 cincin berlian, 2 gelang emas seberat 25 gram dan 1 kalung liontin, dua liontin dan rantai gelang emas seberat 30 gram.
“Pelaku dalam pengejaran, identitas sudah kami kantongi,” imbuhnya.
3. Kejadiannya cepat, aksi dilakukan saat kroban lengah karena ban kempis

Diwartakan, kasus pencurian dengan modus bocorkan terjadi pada Kamis (25/6) siang di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota. Gara-gara kejadian ini korban alami kerugian puluhan juta. Sebab selain duit, korban juga kehilangan emas yang dia letakkan di dalam mobil. Kejadiannya cepat.
Sebelumnya korban mentransfer uang di salah satu bilik anjungan tunai mandiri atau ATM di Jalan M Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Selesai transfer duit, korban kemudian berencana mengirimkan paket di Jalan Arif Rahman Hakim. Kira-kira 5 kilometer dari ATM.
Tiba-tiba ban mobilnya kempis, turun memeriksa di sisi kiri, dari arah kanan dua orang asing pakai motor mendekat, langsung membuka pintu kanan dan mengambil semua barang di dalam mobil. Korban tak bisa berbuat banyak selain teriak.



















