TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kontraktor Pembangunan IKN Wajib Sediakan Klinik bagi Karyawan 

Pembukaan klinik harus sesuai SOP

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jense Grace Makisurat (ANTARA/Bagus Purwa)

Penajam, IDN Times - Kontraktor pelaksana serta perusahaan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, diingatkan wajib membuka klinik bagi karyawan.

"Kami ingatkan perusahaan yang lakukan pembangunan IKN untuk membuka klinik kesehatan bagi pekerja sesuai standar operasional," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Jense Grace Makisurat seperti dikutip dari ANTARA pada Sabtu (21/1/2023).

Baca Juga: Polresta Samarinda Bekuk Delapan Pelaku Curanmor 

1. Banyak karyawan dari luar daerah

Sejumlah pekerja menyelesaikan lahan yang akan menjadi lokasi Presiden Joko Widodo berkemah di titik nol kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/2/2022). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara terus mengingatkan kontraktor pelaksana serta perusahaan yang beroperasi di ibu kota negara Indonesia baru harus segera memiliki klinik untuk pelayanan kesehatan bagi karyawan atau pekerja.

Kontraktor pelaksana atau perusahaan yang terlibat dalam proyek pembangunan IKN diharapkan membuka klinik dengan mengurus perizinan, agar klinik beroperasi sesuai standar.

Salah satu kontraktor pelaksana serta perusahaan proyek pembangunan ibu kota negara Indonesia baru wajib memiliki klinik dalam perusahaan, karena para karyawan atau pekerja perusahaan bersangkutan kebanyakan berasal dari luar daerah.

2. Layanan kesehatan dan obat-obatan hanya cukup untuk warga setempat

ilustrasi berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/pressfoto)

Sedangkan fasilitas kesehatan (Puskesmas) yang ada di wilayah Kecamatan Sepaku hanya diperhitungkan untuk melakukan pelayanan kesehatan sesuai jumlah penduduk di daerah setempat.

Ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan dan tenaga medis di Puskesmas di wilayah Kecamatan Sepaku, jelas dia, dihitung berdasarkan jumlah penduduk daerah itu, bukan dengan warga pendatang.

Baca Juga: Pemkot Samarinda Memulai Pembangunan Terowongan Jalan Kota

Verified Writer

Yerin Shin

Keep happy & healthy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya