TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

DPRD Samarinda Sidak Tambang Ilegal tapi Pulang dengan Tangan Kosong

Sebagian besar warga tak tahu aktivitas tambang ini ilegal

Ketua DPRD Samarinda, Siswadi saat sidak tambang ilegal di kawasan Samarinda Utara (Dok.IDN Times/Istimewa)

Samarinda, IDN Times - Penyebab banjir di Samarinda tak hanya karena sedimentasi dan penyempitan Sungai Karang Mumus (SKM). Pengupasan lahan yang kemudian menjurus ke tambang batu bara ilegal juga jadi pemicu.

Praktik lancung ini coba dibongkar DPRD Samarinda pada Kamis (2/7) di Jalan Gunung Kapur, kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Sayangnya saat bertandang ke lokasi para legislator pulang dengan tangan hampa.

"Sudah tidak ada aktivitas sama sekali. Maunya pas lagi ngeruk kami sidak, jadi kami bisa memberikan punishment kami berikan," kata Ketua DPRD Samarinda, Siswadi usai kegiatan inspeksi mendadak alias sidak.

1. Tiba di lokasi tambang ilegal DPRD Samarinda tak dapat hasil

Ilustrasi tambang ( IDN Times/Yuda Almerio)

Menurut politikus PDI-Perjuangan ini informasi yang diberikan sedikit terlambat. Meskipun pemicu dari laporan ini juga berasal dari kegelisahan warga. Itulah alasan saat tiba di lokasi sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan.

“Sangat disayangkan,” tuturnya.

Baca Juga: Lubang Bekas Tambang di Samarinda Akan Disulap Jadi Tempat Wisata

2. Sebagian besar warga tak tahu soal tambang tanpa izin tersebut

Ilustrasi tambang ilegal (Dok. IDN Times/Istimewa)

Kendati begitu, sejumlah fakta juga ditemukan oleh para legislator yang kala itu ditemani oleh pihak Kecamatan Samarinda Ulu dan warga setempat. Misalnya saja banyak warga mengaku tak tahu soal tambang batu bara tersebut. Padahal aktivitas tanpa izin dekat dengan permukiman warga.

"Jangankan warganya, ketua RT-nya pun saat ditanya jawabannya juga tidak tahu. Ini lah yang jadi masalah,” tuturnya.

Baca Juga: Aktor Intelektual Diduga Kendalikan Tambang Ilegal di Bukit Soeharto 

Berita Terkini Lainnya