Kasus Ibu Siksa Anak Kandung di Samarinda, Polisi Tunggu Hasil Visum

Samarinda, IDN Times - Kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh ibu kandungnya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, masih diselidiki polisi. Tahapan saat ini ialah memberikan pendampingan psikolog kepada sang ibu.
“Dugaan sementara, si ibu alami sindrom baby blues usai melahirkan,” ucap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota Iptu Abdillah Dalimunthe saat dikonfirmasi pada Jumat (12/6) pagi.
1. Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum bayi dari rumah sakit

Aksi ibu kandung ini sempat viral di Samarinda tiga hari lalu tepatnya pada Rabu (10/6) siang. Wajar demikian, tindakannya dalam video tersebut memang sengaja dia sebar luaskan dengan menyematkannya di status WhatsApp. Gambar gerak berdurasi 24 detik ini memperlihatkan tangan kiri sang ibu mencekik leher bayi malang ini. Sementara tangan kanan pelaku sibuk merekam. Polisi bisa amankan ibu dan anak lebih cepat setelah melacak gambar penyiksaan tersebut.
“Visum anak sudah, kami masih menunggu hasilnya dari rumah sakit,” terangnya.
2. Ibu dan sang bayi harus dipisahkan untuk sementara

Untuk sementara ibu dan anak harus dipisahkan. Sang bayi dititipkan polisi di Yayasan Rumah Aman, sedangkan ibunya masih diamankan di Polsek Samarinda Kota. Dari hasil penyelidikan awal, pengakuannya kepada polisi, dia spontan bertindak demikian. Jadi tak direncanakan.
“Kami masih minta pendampingan psikolog untuk kelanjutannya,” sebutnya.
3. Kelanjutan penyelidikan kasus tergantung dengan hasil visum rumah sakit

Perwira balok dua ini menambahkan, kasus ini belum bisa lanjut ke ranah hukum jika sang ibu benar-benar alami sindrom baby blues.
"Jadi tunggu hasil visum saja. Untuk kelanjutannya, kami juga akan koordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.


















