Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Borneo FC Tumbang 1-3 dari Semen Padang, Kartu Merah Jadi Penentu

Borneo FC (jersey oranye) harus menelan kekalahan menyakitkan 1-3 saat berhadapan dengan Semen Padang FC, di Stadion Batakan, Selasa (14/1/2025) malam. (Dok. Istimewa)
Borneo FC (jersey oranye) harus menelan kekalahan menyakitkan 1-3 saat berhadapan dengan Semen Padang FC, di Stadion Batakan, Selasa (14/1/2025) malam. (Dok. Istimewa)

Balikpapan, IDN Times - Borneo FC harus mengakui keunggulan Semen Padang FC dengan skor 1-3 pada pekan ke-18 Liga 1 di Stadion Batakan, Kota Balikpapan, Selasa malam (14/1/2025).

Pesut Etam, julukan Borneo FC, sebenarnya memulai laga dengan baik. Gabriel Furtado membawa timnya unggul lebih dulu lewat golnya pada menit ke-39. Namun, petaka datang di awal babak kedua. Pada menit ke-47, Borneo FC harus bermain dengan 10 pemain setelah Muhammad Dwiky Hardiansyah menerima kartu merah.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Semen Padang dengan maksimal. Hanya berselang dua menit, Carlos Filipe Da Fonseca Chaby sukses menyamakan kedudukan. Gol tersebut menjadi pemicu semangat Kabau Sirah, julukan Semen Padang, untuk terus menekan. Hasilnya, dua gol tambahan dicetak Bruno Gomes pada menit ke-74 dan 76, memastikan kemenangan tim tamu. Skor 1-3 bertahan hingga peluit panjang.

1. Kesulitan setelah kartu merah Dwiki

Kekalahan atas Semen Padang menjadi kekalahan ketiga beruntun yang diderita oleh Borneo FC (jersey oranye).(Dok. Istimewa)
Kekalahan atas Semen Padang menjadi kekalahan ketiga beruntun yang diderita oleh Borneo FC (jersey oranye).(Dok. Istimewa)

Bagi Borneo FC, kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun di Liga 1 musim ini. Sebelumnya, mereka juga tumbang melawan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri. Asisten pelatih Borneo FC, Demerson, mengakui timnya tampil baik di babak pertama, tetapi kehilangan momentum setelah kartu merah.

"Selalu sulit bermain dalam situasi kekurangan pemain, apalagi melawan tim kuat seperti Semen Padang," ujar Demerson. Ia juga menambahkan bahwa timnya berusaha keras, namun kondisi di lapangan membuat segalanya lebih sulit.

2. Borneo FC depak Pieter Huistra?

Isu pemecatan Pieter Huistra semakin santer setelah sang pelatih tak ikut mendampingi Borneo FC kala menjamu Semen Padang, Selasa (14/1/2025) malam. (Dok. PT LIB)
Isu pemecatan Pieter Huistra semakin santer setelah sang pelatih tak ikut mendampingi Borneo FC kala menjamu Semen Padang, Selasa (14/1/2025) malam. (Dok. PT LIB)

Pada laga ini, Borneo FC juga tidak didampingi pelatih kepala Pieter Huistra. Ketidakhadiran Huistra, yang sebelumnya juga absen dalam konferensi pers jelang laga, memicu spekulasi mengenai masa depannya di klub.

"Saya tidak bisa banyak berkomentar soal itu. Biarkan manajemen yang memberikan pernyataan resmi," kata Demerson menanggapi isu tersebut.

3. Semen Padang keluar dari zona degradasi

Selebrasi pemain Semen Padang FC usai mencetak gol ketigake gawang Borneo FC (Foto: MO Semen Padang FC)
Selebrasi pemain Semen Padang FC usai mencetak gol ketigake gawang Borneo FC (Foto: MO Semen Padang FC)

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi angin segar bagi Semen Padang. Tambahan tiga poin membawa skuat asuhan Eduardo Almeida keluar dari zona degradasi, menempati posisi ke-15 dengan koleksi 13 poin. Almeida memuji performa anak asuhnya, terutama setelah kartu merah pemain Borneo FC.

"Saya senang dengan hasil ini. Pertandingan memang sulit, tetapi pemain mampu menunjukkan kualitas mereka. Kartu merah membantu kami mengontrol permainan," ungkap Almeida. Ia juga memuji penampilan pemain barunya yang memberikan kontribusi positif pada laga ini.

Optimisme Almeida semakin meningkat setelah kemenangan ini. "Ini baru permulaan. Kami harus tetap konsisten jika ingin keluar dari papan bawah," tegasnya. Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, Semen Padang kini lebih percaya diri menatap kompetisi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us