Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Regulasi U-23 Dihapus, Borneo FC: Pemain Muda Kehilangan Jam Terbang

Regulasi U-23 Dihapus, Borneo FC: Pemain Muda Kehilangan Jam Terbang
Pesepak bola Borneo FC Samarinda Ikhsan Nul (kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU
Share Article

Samarinda, IDN Times - Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, berharap pemain muda tetap memiliki kesempatan berkompetisi meski regulasi wajib memainkan pemain U-23 di Super League akan dihapus mulai musim depan.

Menurut Dandri, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi menit bermain pemain muda jika tidak diimbangi dengan kompetisi yang dapat menjadi wadah pengembangan talenta.

"Ke depan, ketika regulasi pemain U-23 dihapus, saya berharap tetap ada ruang bagi pemain-pemain muda untuk berkompetisi," kata Dandri dilaporkan Antara, baru-baru ini.

1. Ketentuan akan diterapkan pihak operator liga

Alfharezzi Buffon (kanan). (Instagram/@ezzi_buffon_04).
Alfharezzi Buffon (kanan). (Instagram/@ezzi_buffon_04).

Pernyataan itu disampaikan Dandri menanggapi kebijakan operator kompetisi I.League yang tidak lagi mewajibkan klub-klub peserta Super League memainkan pemain U-23 dalam pertandingan.

Ia menilai keberadaan turnamen tambahan dapat menjadi solusi untuk menjaga proses pembinaan pemain muda tetap berjalan. Salah satu opsi yang dinilai ideal adalah menghadirkan kembali kompetisi seperti Piala Indonesia.

Menurutnya, ajang tersebut dapat menjadi panggung bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kemampuan mereka di level kompetitif.

"Apa pun nama kompetisinya, saya pikir itu bisa menjadi ruang bagi pemain-pemain muda," ujarnya.

2. Pengelolaan kedalaman susunan skuad tim

Kiper muda Borneo FC, Daffa Fasya. (Instagram / daffa.fasya)
Kiper muda Borneo FC, Daffa Fasya. (Instagram / daffa.fasya)

Dandri menjelaskan, keberadaan kompetisi tambahan juga akan membantu klub dalam mengelola kedalaman skuad ketika harus menjalani beberapa turnamen dalam satu musim.

Dengan banyaknya pertandingan yang harus dimainkan, klub membutuhkan rotasi pemain agar performa tim tetap terjaga sepanjang musim.

"Karena tidak mudah menjaga kekuatan tim agar tetap stabil," katanya.

Lebih lanjut, Dandri menegaskan prioritas utama Borneo FC musim depan tetap berada di kompetisi Super League. Menurutnya, liga domestik memiliki tingkat kepentingan lebih tinggi karena menerapkan sistem promosi dan degradasi.

3. Berjuang di kompetisi internasional

Pesepak bola Persebaya Bruno Moreira Soares (kanan) berusaha melewati pesepak bola Borneo FC Muhammad Fajar Fathurrahman (kiri) saat pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/9/2023). ANTARA FOTO/Moch Asim/nz
Pesepak bola Persebaya Bruno Moreira Soares (kanan) berusaha melewati pesepak bola Borneo FC Muhammad Fajar Fathurrahman (kiri) saat pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/9/2023). ANTARA FOTO/Moch Asim/nz

Meski demikian, Borneo FC tetap menargetkan hasil maksimal di kompetisi internasional seperti ASEAN Club Championship dan AFC Champions League.

Namun, ia menegaskan keberhasilan di ajang internasional tidak akan berarti jika tim gagal mempertahankan posisi di kompetisi domestik.

"Apa yang terjadi kalau kita sukses di turnamen luar negeri tetapi terdegradasi di negeri sendiri? Kan lucu," ujarnya.

Dandri menambahkan, manajemen saat ini tengah mematangkan persiapan menghadapi musim baru, termasuk mengevaluasi kebutuhan skuad dan kemungkinan melakukan perubahan komposisi pemain guna meningkatkan daya saing tim di berbagai kompetisi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest Sport Kalimantan Timur

See More

Regulasi U-23 Dihapus, Borneo FC: Pemain Muda Kehilangan Jam Terbang

08 Jun 2026, 03:00 WIBSport