- Arema FC – Stadion Kanjuruhan
- Bali United FC – Stadion Kapten I Wayan Dipta
- Bhayangkara Presisi Lampung FC – Stadion Sumpah Pemuda
- Borneo FC Samarinda – Stadion Segiri
- Dewa United Banten FC – Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena
- Madura United FC – Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan
- Malut United FC – Stadion Kie Raha
- Persebaya Surabaya – Stadion Gelora Bung Tomo
- Persib Bandung – Stadion Gelora Bandung Lautan Api
- Persija Jakarta – Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium
- Persijap Jepara – Stadion Gelora Bumi Kartini
- Persik Kediri – Stadion Brawijaya
- Garudayaksa FC – Stadion Pakansari
- Persita Tangerang – Stadion Indomilk Arena
- PSS Sleman – Stadion Maguwoharjo
- PSIM Yogyakarta – Stadion Sultan Agung
- PSM Makassar – Stadion BJ Habibie
- Adhyaksa FC – Banten International Stadium
Borneo FC Ajukan Segiri, I.League Umumkan Hasil Evaluasi Stadion Klub

Samarinda, IDN Times - I.League resmi mengumumkan hasil evaluasi infrastruktur stadion yang diajukan klub-klub peserta kompetisi profesional Indonesia dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan stadion sebagai venue pertandingan pada musim kompetisi 2026/27.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengatakan penilaian dilakukan terhadap stadion yang diajukan klub sebagai kandang untuk musim mendatang. Evaluasi mencakup berbagai aspek infrastruktur guna memastikan penyelenggaraan pertandingan berlangsung aman, nyaman, profesional, dan sesuai regulasi kompetisi.
“Evaluasi stadion merupakan bagian dari proses club licensing yang bertujuan memastikan infrastruktur yang diajukan klub memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi ini menjadi salah satu dasar dalam perencanaan dan penyusunan operasional kompetisi musim 2026/27,” kata Ferry Paulus dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026).
1. Stadion telah memenuhi evaluasi infrastruktur

Berdasarkan hasil penilaian, sejumlah stadion dinyatakan telah memenuhi tahapan evaluasi infrastruktur dalam Club Licensing Cycle 2025/26. Beberapa stadion diajukan oleh lebih dari satu klub, sementara klub-klub promosi juga telah menyertakan stadion kandang mereka sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru.
Meski demikian, I.League menegaskan bahwa hasil evaluasi tersebut belum menjadi penetapan final venue pertandingan musim 2026/27. Penggunaan stadion tetap akan melalui proses verifikasi lanjutan, inspeksi operasional, serta penyesuaian terhadap regulasi kompetisi yang berlaku.
Selain itu, status penggunaan stadion masih dapat berubah seiring perkembangan kondisi infrastruktur, pelaksanaan renovasi, maupun pemenuhan persyaratan tambahan yang ditetapkan operator kompetisi.
2. Klub Liga Super Indonesia ajukan stadion kandang masing-masing

Adapun stadion yang telah menjalani proses penilaian infrastruktur Super League dalam Club Licensing Cycle 2025/26 meliputi:
3. Tim promosi juga turut ajukan stadion laga kandang masing-masing

Dalam keterangannya, I.League mencatat Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC merupakan klub promosi yang telah mengajukan stadion kandang mereka untuk musim 2026/27. Sementara itu, Stadion Segiri, Stadion Brawijaya, dan Stadion Sultan Agung diajukan dengan komitmen renovasi dari masing-masing klub.
I.League juga mencatat Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena diajukan oleh lebih dari satu klub. Daftar stadion tersebut merupakan hasil pengajuan klub melalui AFC Club Licensing Administration System (AFC CLAS) siklus 2025/26 dan masih berpotensi berubah sesuai pengajuan terbaru klub maupun ketentuan kompetisi.
Melalui proses evaluasi ini, I.League berharap seluruh klub terus meningkatkan kualitas infrastruktur stadion secara berkelanjutan. Stadion yang memenuhi standar dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadirkan kompetisi yang profesional, aman, nyaman, sekaligus meningkatkan pengalaman bagi pemain, ofisial, media, dan suporter.
Peningkatan kualitas infrastruktur juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sepak bola Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.















