Raih Kiper Terbaik, Nadeo Justru Sedih: Trofi Juara yang Kami Inginkan

Samarinda, IDN Times - Borneo FC menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Namun pesta gol tersebut belum mampu menghapus kekecewaan kiper utama Pesut Etam, Nadeo Argawinata, usai gagal membawa timnya meraih gelar juara.
Meski dinobatkan sebagai Kiper Terbaik musim ini dan meraih penghargaan sarung tangan emas, Nadeo mengaku hasil akhir kompetisi tetap terasa menyakitkan. Borneo FC gagal menjadi juara karena kalah head-to-head dari Persib Bandung meski memiliki jumlah poin yang sama.
1. Menang laga tetapi Nadeo malah sedih

Kekecewaan terlihat jelas dari raut wajah Nadeo seusai pertandingan. Ia sempat tertunduk di bawah mistar gawang hingga memasuki sesi konferensi pers.
“Semua sudah dipaparkan pelatih mulai dari rekor kemenangan, jumlah gol, sampai banyaknya pemain kami yang masuk Best Eleven. Saya rasa seluruh pencinta sepak bola Indonesia melihat sendiri bagaimana kami bermain sangat superior musim ini. Kami sangat layak juara,” ujar Nadeo dalam website Borneo FC.
2. Penghargaan individu kiper terbaik

Kiper Timnas Indonesia itu menilai penghargaan individu yang diraihnya terasa belum lengkap tanpa trofi juara untuk Borneo FC. Menurutnya, skuad Pesut Etam sudah tampil maksimal sepanjang musim.
“Hanya karena regulasi pertemuan, kami tidak bisa mengangkat piala malam ini. Padahal poin kami sama. Kami harus menerimanya meski ini sangat menyakitkan bagi seluruh tim,” katanya.
3. Borneo FC siap bersaing musim depan

Meski kecewa, Nadeo meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kesedihan. Sebagai kapten tim, ia ingin Borneo FC bangkit dan kembali bersaing musim depan.
“Kami tidak boleh jatuh terlalu dalam. Kami harus menerima kenyataan ini dengan kepala tegak. Semoga tahun depan kami bisa bangkit lebih kuat dan menghadirkan sejarah besar bagi masyarakat Samarinda,” tutupnya.














