Ilustrasi berdamai dengan orang tua metalui masak bersama (pixels.com/Andrea Piacquadio)
Langkah Membuat Choipan Kucai
1. Siapkan Isian
Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bawang putih cincang dan ebi hingga harum.
Masukkan irisan kucai, lalu tambahkan garam, merica bubuk, dan kaldu jamur. Aduk hingga kucai layu dan bumbu tercampur rata.
Setelah matang, angkat dan sisihkan hingga agak dingin.
2. Buat Kulit Choipan
Campurkan tepung beras, 15 gram tepung tapioka, garam, air, dan minyak. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
Masak adonan menggunakan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan memadat.
Pindahkan adonan ke permukaan yang tidak lengket, seperti daun pisang atau cling wrap. Saat adonan masih panas, uleni menggunakan sarung tangan agar tangan tidak kepanasan.
Taburi tangan dan alas dengan tepung tapioka tambahan agar adonan tidak lengket. Bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai ukuran yang diinginkan.
Pipihkan setiap bagian adonan menggunakan gilingan yang telah dilapisi cling wrap. Setelah tipis, cetak menggunakan mangkuk kecil hingga berbentuk bulat.
3. Isi dan Kukus
Letakkan isian kucai di tengah kulit yang sudah dicetak. Lipat dan rapatkan bagian pinggirnya hingga isian tertutup sempurna.
Susun choipan di dalam kukusan yang telah dialasi daun pisang dan diolesi sedikit minyak agar tidak lengket.
Kukus hingga choipan matang, kemudian angkat.
Choipan kucai akan semakin lezat jika disantap bersama minyak bawang dan sambal.
Tumis bawang putih cincang dengan minyak hingga berubah warna menjadi kuning keemasan. Matikan api dan biarkan hingga dingin. Minyak bawang siap digunakan sebagai pelengkap choipan.
Rebus cabai rawit, bawang putih, air, garam, gula, cuka, dan kaldu jamur. Setelah matang, blender seluruh bahan hingga halus.
Sambal pedas ini siap disiramkan atau dicocol bersama choipan.