Pasien di Tempat Ini Harus Ditandu selama 8 Jam Menuju ke Rumah Sakit

Pontianak, IDN Times - Sejumlah warga di Kecamatan Sungkung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) menandu warga yang sedang sakit dan hendak dibawa ke rumah sakit, pada Jumat (3/5/2024).
Mereka melintasi jalan yang rusak untuk menuju kota kecamatan di sana, warga terpaksa melintasi jalan tersebut karena itu adalah akses satu-satunya.
Mantan Anggota DPRD Bengkayang Deo Rajiman mengatakan, peristiwa menandu pasien ini sudah lazim terjadi di daerah tersebut karena itu adalah akses satu-satunya menuju rumah sakit terdekat.
“Mengangkut pasien dengan tandu sudah sering terjadi, bahkan bukan hanya kali ini saja, beberapa bulan yanh lalu ada masyarakat kami yang meninggal di jalan pulang dari Rumah Sakit Bengkayang,“ kata Deo, Selasa (14/5/2024).
1. Warga harus menandu pasien selama 8 jam

Untuk mencapai kota kecamatan, warga harus menempuh jarak sepanjang 27 kilometer yang memakan waktu hingga 8 jam. Kondisi jalan, terutama di bagian yang berkelok-kelok (dikenal sebagai leter S), sangat memprihatinkan.
"Jalurnya dulu lebih parah sebelum dipindahkan ke bawah," ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkayang ini. "Melalui pokir Deo Rajiman tahun 2021, jalur tersebut diperbaiki, tetapi setelah itu tidak lagi mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah untuk melanjutkannya," tambahnya.
Deo juga menyebutkan bahwa tak jarang banyak warga yang sakit dan harus ditandu justru meninggal dunia di tengah perjalanan karena buruknya kondisi jalan.
2. Warga harap dapat dibangun badan jalan menuju daerah Sungkung

Deo yang juga sebagai tokoh masyarakat berharap kepada pemerintah daerah untuk memprioritaskan pembangunan peningkatan badan jalan menuju daerah Sungkung dan sekitarnya.
“Karena jika aksesnya baik tidak mungkin terjadi hal seperti pasien meninggal di jalan, yang sakit harus ditandu, hasil bumi sulit dijual ke luar itu semua yang terpenting akses,” ungkap Deo.
Dia berharap pada momen pilkada ini pemimpin yang terpilih nantinya dapat memperhatikan akses daerah tersebut.
“Maka dari itu mohon keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dijalankan sebagai pemimpin yang baik harus lebih mementingkan kepentingan rakyat dari pada golongan,” lanjut Deo.
3. Pemda setempat sebut kurang anggaran

Deo mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk membangun akses jalan tersebut, namun respons dari pemerintah setempat selalu mengeluhkan kurangnya anggaran.
"Pemerintah selalu merespons dengan alasan kurang anggaran. Harapan kami, masyarakat pedalaman, agar akses jalan dari ibu kota kecamatan menuju Kampung Sungkung diprioritaskan," paparnya.
Warga setempat juga berharap agar bupati dan wakil bupati yang terpilih nantinya dapat serius membangun daerah, terutama di daerah-daerah pedalaman.
"Karena kita berbatasan langsung dengan Kabupaten Sanggau dan Landak, kita harus bisa membuktikan bahwa Bengkayang lebih hebat dari kabupaten tetangga," tambahnya.


















