Banjarmasin Ditetapkan sebagai Kota Layak Wiramuda

Banjarmasin, IDN Times - Pada momentum Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mendapat penghargaan Kota Layak Wiramuda atas peran aktif para pemudanya dalam kewirausahaan.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda dan diumumkan dalam upacara peringatan Sumpah Pemuda yang dihadiri ratusan pelajar, mahasiswa, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Banjarmasin, Senin (28/10/2024).
1. Motivasi bidang kewirausahaan

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan ke-96 Hari Sumpah Pemuda.
Dalam sambutannya, Ikhsan menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas semangat kewirausahaan yang tinggi di kalangan pemuda Banjarmasin, yang dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk berkontribusi dalam ekonomi kreatif.
“Kota Banjarmasin meraih peringkat kedua dari 500 kabupaten/kota di Indonesia sebagai Kota Layak Wiramuda, di bawah Kota Sleman. Pengakuan ini menjadi bukti komitmen kami untuk memajukan ekonomi di kalangan pemuda,” ujar Ikhsan.
2. Pemkot Banjarmasin dukung kegiatan kepemudaan

Lebih lanjut, Ikhsan menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk Kepemudaan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). RAD tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti kewirausahaan, partisipasi pemuda dalam pemerintahan, serta kontribusi pemuda dalam pembangunan di berbagai sektor.
“Kami memberikan dukungan khusus untuk para pemuda melalui RAD, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan IPP Kota Banjarmasin,” katanya.
3. Peserta upacara kenakan pakaian adat

Ikhsan menambahkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga menjadi momen untuk menegaskan bahwa Banjarmasin adalah kota inklusif, di mana seluruh suku dan latar belakang budaya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi.
Sebagai simbol kerukunan antar suku dan budaya, para peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. “Penggunaan pakaian adat dalam peringatan Sumpah Pemuda ini merupakan simbol persatuan dan kebhinekaan. Ini mengingatkan kita bahwa Indonesia terbentuk dari berbagai suku dan daerah, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Ikhsan.



















