Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Datuk Hamdi, Marbot yang Nabung 15 Tahun demi Haji Bareng Istri
Datuk Hamdi (75) seorang marbot di salah satu masjid di Banjarmasin, setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah bersama sang istri Aminah (65) (Dok. MCH 2026)

Madinah, IDN Times – Keterbatasan ekonomi rupanya tidak pernah menjadi penghalang bagi seseorang untuk mewujudkan impian besar bertamu ke Baitullah. Hal ini dibuktikan langsung oleh sepasang suami istri asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang akhirnya sukses menunaikan ibadah haji berkat ketekunan dan kesabaran yang luar biasa.

Rasa suka cita menyelimuti Datuk Hamdi (75), seorang marbot di salah satu masjid di Banjarmasin, setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah.

Dengan langkah yang mulai tertatih-tatih, ia berjalan perlahan keluar dari terminal haji menuju barisan jemaah. Sebuah bus telah menantinya untuk mengantarkan ia dan rombongan menuju hotel di kawasan Masjid Nabawi.

Keberhasilan Datuk Hamdi menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Aminah (65), adalah buah dari perjuangan panjang yang sangat emosional. Selama berpuluh-puluh tahun ia mengumpulkan rupiah demi rupiah tanpa lelah. Setelah 15 tahun mendaftar, panggilan untuk masuk ke Baitullah akhirnya dating juga.

Dengan penghasilan yang jauh dari kata mewah dan tanpa adanya pendapatan tambahan yang signifikan, ia secara disiplin menyisihkan sebagian rezekinya demi satu tujuan pasti.

"Penghasilan kalau dari masjid dikasih Sejuta, [dari lain-lain] 500 ribu seminggu. Sebulan Rp2 juta. Saya kumpulin. Daftar haji sendiri, nunggu 15 tahun," ungkap Datuk Hamdi menceritakan perjuangannya setiba di Madinah.

Perjalanan panjang penuh liku tersebut akhirnya berbuah manis. Sang istri, Aminah, pun menyadari impian belasan tahun mereka kini terwujud di depan mata.

Kisah keberangkatan Datuk Hamdi dan Aminah membawa pesan yang sangat mendalam bagi umat muslim. Perjuangan mereka membuktikan bahwa panggilan ibadah haji bukan semata persoalan seberapa besar kemampuan finansial seseorang, melainkan tentang seberapa kuat niat, kesabaran, dan keyakinan yang terus dijaga.

Editorial Team