Pontianak Kebanjiran Lagi, Air Masuk hingga ke Dalam Rumah

Pontianak, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur Kota Pontianak sejak Senin malam hingga Selasa (16/6/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah kawasan pemukiman warga.
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Pontianak Kota, tepatnya di Gang Margodadirejo. Salah satu warga setempat, Sri, mengaku telah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 1990, banjir kali ini cukup tinggi hingga memasuki rumah.
“Saya bangun mau Salat Subuh, ternyata mukena yang biasa saya pakai sudah basah. Saat dilihat, air sudah masuk ke dalam rumah,” ungkapnya, Selasa (16/6/2026).
1. Puluhan tahun menetap, baru ini banjir masuk rumah

Sri mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, genangan sudah mencapai sejumlah ruangan di dalam rumah.
Menurutnya, selama lebih dari tiga dekade tinggal di Gang Margodadirejo, baru kali ini banjir masuk hingga ke seluruh bagian rumah.
“Sejak tahun 1990 saya pindah ke sini dan membangun rumah di sini, ini pertama kalinya banjir masuk sampai ke seluruh penjuru rumah. Biasanya hanya sampai teras, tidak pernah masuk ke dalam,” katanya.
Lantai yang masih basah dibersihkan, sisa genangan dikuras, sementara perabot rumah tangga dipindahkan dan dijemur. Sri bersama anak dan menantunya terlihat menjemur karpet yang sempat terendam banjir. Karpet tersebut diletakkan di pagar rumah agar cepat kering.
2. Banjir disebabkan oleh air pasang dan hujan deras sepanjang malam

Di beberapa titik Gang Margodadirejo, tinggi genangan sempat mencapai lutut orang dewasa dan berdampak pada hampir seluruh rumah warga.
Sri menduga banjir dipicu hujan deras yang terjadi sepanjang malam bersamaan dengan kondisi air pasang.
Meski air mulai surut pada pagi hari, warga mengaku tetap waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi di wilayah Pontianak. Sisa genangan dan lumpur juga masih terlihat di sejumlah titik pemukiman.
3. BMKG Maritim Pontianak sebut potensi banjir rob masih berpotensi terjadi

Sementara itu, BMKG Maritim Pontianak mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob yang masih berpeluang terjadi di Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya hingga 20 Juni 2026.
Dalam rilis yang dikeluarkan BMKG Maritim Pontianak, fenomena bulan baru pada 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut dan memicu pasang maksimum di wilayah pesisir serta daerah yang dipengaruhi pasang surut Sungai Kapuas.
BMKG memperkirakan pasang maksimum dengan ketinggian 1,9 hingga 2 meter masih akan berlangsung pada periode 16–20 Juni 2026, terutama pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Adapun puncak pasang setinggi 2 meterdiprakirakan terjadi pada 16–19 Juni 2026 sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada 15 Juni 2026, tinggi muka air maksimum tercatat mencapai 265 sentimeter pada pukul 19.00 WIB. Kondisi muka air yang masih tinggi dan belum sepenuhnya surut disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Kota Pontianak.
BMKG juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh hujan berintensitas lebat yang terjadi bersamaan dengan periode pasang, sehingga meningkatkan potensi banjir di kawasan yang rawan tergenang.
Selain itu, cuaca di Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, termasuk di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Landak, Sambas, Ketapang, Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, Sanggau, dan Sintang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob maupun genangan akibat hujan, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

















