Pelantikan CPNS dan PPPK di Kalsel Dipercepat, Ini Testimoni Pegawai

Banjarbaru, IDN Times - Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat menindaklanjuti kebijakan percepatan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Saat daerah lain masih menunggu jadwal resmi, beberapa wilayah di Kalsel justru telah lebih dulu melaksanakan pelantikan.
Kota Banjarbaru jadi salah satu yang paling sigap. Ibu kota Kalsel ini resmi melantik 7 CPNS dan 132 PPPK pada 21 Maret 2025. Langkah serupa diikuti Kota Banjarmasin yang melantik 26 CPNS dan 371 PPPK pada 8 April 2025. Sementara Kabupaten Banjar malah lebih dulu, dengan total 657 calon ASN yang dilantik sejak 10 Maret 2025, terdiri dari 27 CPNS dan 630 PPPK.
Di tingkat provinsi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel telah menjadwalkan pelantikan untuk 1.230 orang, terdiri atas 100 CPNS dan 1.130 PPPK, yang akan berlangsung pada Kamis, 24 April 2025.
“Pelantikan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKD Kalsel, Mashudi.
1. Banjarbaru siap anggaran dan administrasi

Percepatan ini tak lepas dari kesiapan anggaran dan kelengkapan administrasi di masing-masing daerah. Di Banjarbaru, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota, Rahmah Khairita, memastikan proses percepatan bisa terlaksana karena pemerintah daerah telah lebih dulu menyiapkan alokasi anggaran untuk pengangkatan dan gaji CPNS maupun PPPK.
“Kami juga sudah koordinasi langsung dengan Mendagri, BKN, hingga KemenPAN-RB dalam rakor virtual tanggal 19 Maret lalu,” jelas Khairita.
Tak hanya soal anggaran, Pertimbangan Teknis (Pertek) dari BKN pun sudah diterima, membuat proses pelantikan di Banjarbaru berjalan mulus.
2. Testimoni PPPK Martapura

Kabar percepatan ini jadi angin segar bagi banyak calon ASN, termasuk Muhammad Arief (24), pemuda asal Martapura, Kabupaten Banjar. Setelah menanti, ia resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PPPK pada 10 April 2025.
“Alhamdulillah pelantikannya lancar, gak molor seperti kabar yang sempat beredar,” ungkap Arief yang sebelumnya bekerja sebagai pegawai tidak tetap di Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Banjar.
Berbekal pengalaman kerja lebih dari setahun, Arief memenuhi syarat untuk mendaftar PPPK. Meski sempat menunggu jadwal pelantikan, ia mengaku tetap bersyukur karena selama masa penantian tetap digaji seperti biasa.
3. CPNS menunggu pelantikan

Cerita berbeda datang dari Ajwa Helisa (23) asal Rantau, Kabupaten Tapin. Lolos CPNS sejak Januari 2025, Ajwa kini masih menanti jadwal resmi pelantikan.
Sambil menunggu, lulusan Ilmu Komputer Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini tetap aktif bekerja. Ia bahkan mengambil dua pekerjaan sekaligus, yakni sebagai tenaga kontrak di MTsN 2 Tapin dan di STIT Assunniyah Tambarangan Tapin.
“Senin sampai Jumat kerja di MTsN dari pagi sampai siang, lalu Jumat sampai Minggu sore kerja di STIT,” ceritanya.
Walau total penghasilan dari kedua tempat kerjanya belum mencapai UMK Tapin 2025, Ajwa tetap bersyukur. “Yang penting cukup buat kebutuhan pribadi dulu. Nanti kalau sudah resmi dilantik, baru resign,” tutupnya.
Artikel ini laporan Hendra, koresponden IDN Times di Banjarbaru.


















