Edy menambahkan bahwa capaian Disbudporapar baru mencapai Rp58 juta dari target Rp200 juta, atau sekitar 29 persen. Sementara itu, DKP3 baru merealisasikan Rp600 juta dari target Rp1,5 miliar, setara dengan 40 persen.
Kendala yang dihadapi Disbudporapar terkait dengan sejumlah destinasi wisata seperti Siring Menara Pandang dan Siring Maskot Bekantan yang belum dikenakan tarif masuk, sehingga tidak memberikan kontribusi terhadap PAD. Selain itu, retribusi sewa lapangan basket di kawasan Siring Maskot Bekantan juga belum optimal.
Sedangkan DKP3 menghadapi kendala karena Rumah Potong Unggah (RPU) Modern hingga saat ini belum dapat beroperasi, yang mengakibatkan sumber pendapatan tersebut belum bisa dimanfaatkan.
"Keduanya memiliki alasan yang cukup kuat, namun tetap diperlukan evaluasi agar sektor-sektor ini bisa menjadi sumber pemasukan bagi daerah," jelas Edy.