Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
200 Kali Water Bombing Tekan Karhutla Kalbar, Hotspot Sisa 28 Titik
Lahan terbakar di Kalimantan Barat. (IDN Times/istimewa).
  • Jumlah hotspot karhutla di Kalimantan Barat turun drastis dari ribuan menjadi 28 titik, menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau Rasau Jaya Satu.
  • Sekitar 200 operasi water bombing dilakukan untuk menekan kebakaran; 28 hotspot tersisa tersebar di Ketapang 16 titik, Melawi 11 titik, dan Kubu Raya satu titik.
  • Meski api permukaan tak terlihat di Rasau Jaya, asap masih muncul dari lahan gambut; pemerintah menegaskan pemantauan dan kesiapsiagaan karhutla tetap berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami penurunan drastis. Dari sebelumnya mencapai ribuan titik, kini jumlah hotspot di Kalbar tersisa 28 titik.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan penurunan tersebut tidak lepas dari upaya penanganan karhutla yang dilakukan secara masif, termasuk operasi udara menggunakan water bombing.

Hal itu disampaikan Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).

1. Kalbar sisa 28 titik panas

Menteri Kehutanan, Raja Juli. (IDN Times/Teri).

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan serta jajaran BMKG, TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, dan Masyarakat Peduli Api.

Raja Juli Antoni menyebut operasi pemadaman melalui water bombing telah dilakukan secara intensif untuk menekan titik panas di wilayah Kalbar.

“Sekarang sudah turun drastis. Dari ribuan hotspot, sekarang tinggal 28 hotspot,” kata Raja Juli Antoni.

2. Ada 200 kali water bombing di Kalbar

Rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalbar. (IDN Times/Teri).

Ia mengatakan sekitar 200 kali water bombing telah dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla di Kalbar. Operasi tersebut dilakukan bersama berbagai unsur untuk memadamkan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per pukul 23.59 WIB pada Minggu (23/8/2026), tercatat 28 hotspot di Kalbar.

Sebaran hotspot tersebut berada di tiga wilayah, yakni 16 titik di Kabupaten Ketapang, 11 titik di Kabupaten Melawi, dan satu titik di Kabupaten Kubu Raya.

“Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan satu ada di Kubu Raya,” ujarnya.

Meski jumlah hotspot telah menurun signifikan, Raja Juli mengingatkan kondisi tersebut belum berarti persoalan karhutla dan asap telah sepenuhnya selesai.

Saat melakukan pengecekan di wilayah Rasau Jaya, tidak terlihat lagi api di permukaan. Namun, asap masih tampak mengepul dari area yang sebelumnya terbakar. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut.

3. Walau hotspot menurun, minta jangan lengah

Menteri Kehutanan berkunjung ke Kalbar. (IDN Times/Teri).

Pembakaran di lahan gambut dapat berlangsung tidak sempurna sehingga menghasilkan asap meskipun tidak selalu terdeteksi sebagai hotspot.

“Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” katanya.

Raja Juli menegaskan penurunan hotspot merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari operasi pemadaman di darat hingga dukungan udara melalui water bombing.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan karhutla sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, penanganan tetap dilakukan dengan pemantauan dan kesiapsiagaan di berbagai wilayah.

“Data lapangan sangat dinamis secara nasional, karena memang ini sangat sulit diprediksi,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article