Baterai Bekas Tak Boleh Dibuang Sembarangan, Ini Tips Cara Mengelola

- Baterai bekas tergolong limbah elektronik B3 dan tidak boleh dibuang bersama sampah rumah tangga karena kandungan timbal, merkuri, lithium, serta kadmium berpotensi mencemari lingkungan.
- Masyarakat dianjurkan memakai baterai isi ulang, menggunakan charger yang sesuai, dan mengecek kondisi baterai agar masa pakai lebih maksimal serta mengurangi penggunaan baterai sekali pakai.
- AZKO menyediakan program BISA BAIK sejak 2023 dengan dropbox e-waste di 24 toko pada 17 kota, menerima baterai berbagai merek dan memberi diskon elektronik 10 persen.
Balikpapan, IDN Times - Baterai menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Benda kecil ini digunakan pada berbagai perangkat, mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan.
Namun, baterai yang sudah habis tidak boleh diperlakukan seperti sampah rumah tangga biasa. Baterai bekas termasuk limbah elektronik (e-waste) yang perlu dikelola secara tepat karena mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) melalui AZKO mengajak masyarakat membangun kebiasaan penggunaan baterai yang lebih bijak, mulai dari pemilihan hingga pengelolaan setelah masa pakainya berakhir.
1. Gunakan baterai rechargeable

Ilustrasi baterai rechargeable atau isi ulang. Foto istimewa Salah satu langkah sederhana mengurangi limbah baterai adalah menggunakan baterai rechargeable atau isi ulang. Baterai jenis ini dapat digunakan berulang kali sehingga mengurangi frekuensi penggunaan baterai sekali pakai.
AZKO menyediakan sejumlah pilihan baterai rechargeable, termasuk KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs berkapasitas 2.500 mAh. Baterai tersebut dapat digunakan untuk berbagai perangkat seperti remote control, jam, mainan, kamera digital, keyboard dan mouse nirkabel, hingga senter.
2. Maksimalkan masa pakai

Masyarakat juga disarankan memastikan kondisi baterai sebelum menggantinya. Foto istimewa Masyarakat juga disarankan memastikan kondisi baterai sebelum menggantinya. Penggunaan charger yang sesuai dapat membantu memperpanjang masa pakai baterai rechargeable.
Salah satu produk yang tersedia adalah KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot yang dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus. Perangkat ini dilengkapi sistem auto cut-off dan indikator LED untuk memantau proses pengisian.
Selain itu, KRISBOW Baterai Tester dapat digunakan untuk mengecek kondisi baterai AA, AAA, C, D, dan 9V. Dengan mengetahui kondisi baterai, pengguna dapat menghindari penggantian baterai yang sebenarnya masih dapat digunakan.
3. Jangan buang baterai bekas ke sampah rumah tangga

Ilustrasi tempat sampah. IDN Times/Asrhawi Muin Ketika masa pakainya berakhir, baterai harus dipilah dan dikelola melalui jalur yang tepat. Permen LHK Nomor 9 Tahun 2024 mencantumkan baterai lithium, non-lithium, dan sel basah sebagai limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).
WHO juga menyebut baterai bekas dapat mengandung bahan berbahaya seperti timbal, merkuri, lithium, dan kadmium. Jika tidak dikelola dengan baik, zat tersebut berpotensi mencemari tanah, air, dan udara.
Untuk memudahkan masyarakat, AZKO menyediakan program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik). Program yang berjalan sejak 2023 ini memiliki dropbox pengumpulan sampah elektronik di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota.
Baterai dan perangkat elektronik bekas dari berbagai merek dapat disalurkan melalui fasilitas tersebut. Sebagai apresiasi, pelanggan yang berpartisipasi mendapatkan diskon tambahan 10 persen untuk pembelian produk elektronik pilihan di AZKO.
4. Komitmen pengelolaan produk secara berkelanjutan
Azko komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produknya. Foto istimewa Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan komitmen keberlanjutan tidak berhenti saat produk digunakan, tetapi juga mencakup pengelolaannya setelah masa pakai berakhir.
“Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya,” ujar Melinda.
Melalui BISA BAIK, AZKO mendorong masyarakat untuk lebih bijak menggunakan dan menyalurkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai.
Penggunaan baterai rechargeable, memperpanjang masa pakai, dan tidak membuang baterai bekas sembarangan menjadi langkah sederhana untuk mengurangi limbah elektronik sekaligus menjaga lingkungan.



















