Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 SPPG di Kalbar Ditutup Imbas Sajikan Menu Ramadan Tak Sesuai Gizi
ilustrasi MBG (bgn.go.id)
  • Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Barat ditutup sementara karena menyajikan menu program Makan Bergizi Gratis yang tidak sesuai ketentuan gizi selama Ramadan.
  • Kepala BGN Kalbar menegaskan, penutupan dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar menu MBG tetap memenuhi standar gizi seimbang dan keamanan pangan, terutama untuk makanan kering saat Ramadan.
  • Pemerintah memperketat evaluasi harian terhadap SPPG dan menegaskan penutupan ini bersifat pembinaan agar layanan dapat kembali beroperasi setelah memperbaiki pelanggaran sesuai SOP.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
bulan Ramadan

Selama bulan Ramadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan aturan khusus mengenai jenis makanan yang dibagikan agar sesuai standar gizi dan keamanan pangan.

5 Maret 2026

Kepala BGN Kalimantan Barat, Agus Kurniawan, mengumumkan penutupan sementara enam SPPG di Kalbar karena menyajikan menu tidak sesuai ketentuan gizi selama pelaksanaan MBG di bulan Ramadan.

kini

BGN Kalbar memperketat pengawasan dan melakukan pembinaan agar SPPG dapat segera beroperasi kembali setelah memenuhi standar yang ditetapkan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Barat ditutup sementara karena menyajikan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai dengan ketentuan gizi selama bulan Ramadan.
  • Who?
    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawan, bersama tim pengawasan BGN mengambil langkah penutupan terhadap enam SPPG di wilayah tersebut.
  • Where?
    Penutupan dilakukan di beberapa lokasi di Provinsi Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Kayong Utara yang lebih dulu menjadi sorotan.
  • When?
    Tindakan penutupan diumumkan pada Kamis, 5 Maret 2026, setelah evaluasi pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadan berlangsung.
  • Why?
    Langkah ini diambil karena ditemukan menu makanan yang tidak memenuhi standar gizi seimbang dan ketentuan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG selama Ramadan.
  • How?
    Pemerintah melalui BGN melakukan pemeriksaan harian ke SPPG; bila ditemukan pelanggaran standar menu, unit terkait langsung dilaporkan dan ditutup sementara untuk pembinaan sebelum dapat beroperasi kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Sebanyak enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Barat (Kalbar) resmi ditutup sementara.

Penutupan ini dilakukan setelah ditemukan menu yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan. Sebelumnya viral menu-menu MBG di bulan Ramadan yang dibagikan tak sesuai dengan ketentuan gizi.

Keenam SPPG tersebut di antaranya berasal dari Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara.

1. SPPG ditutup karena sajikan menu yang tak sesuai

Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawan, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya selama bulan Ramadan.

“Sebenarnya yang ditutup itu bukan hanya dua. Per hari ini sudah ada enam SPPG,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Ada dua lokasi yang lebih dulu menjadi sorotan berada di Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara. Namun Agus meluruskan, persoalan yang terjadi bukanlah keracunan makanan, melainkan menu yang tidak sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

2. Menu MBG saat Ramadan disajikan menu kering

Ilustrasi siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang. (IDN Time/bt)

Dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan, terdapat aturan khusus terkait jenis makanan yang dibagikan.

Menu yang diperbolehkan adalah menu kering seperti telur, buah, roti, kurma, atau makanan khas lokal lainnya. Tentu saja, kata Agus, semuanya tetap harus memenuhi prinsip gizi seimbang dan standar keamanan pangan.

“SPPG juga diwajibkan mengecek masa kedaluwarsa produk, memastikan izin seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta tidak menjadikan makanan kemasan ultra-processed food (UPF) sebagai menu utama. Selain itu, menu yang cepat basi dan bercita rasa pedas tidak dianjurkan,” paparnya.

Hal ini untuk menjaga kualitas makanan mengingat distribusi dilakukan pada pagi hari, lalu dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

3. Perketat pengawasan

ilustrasi distribusi MBG (bgn.go.id)

Agus menyebut, pihaknya akan terus memonitor laporan harian ke SPPG. Jika dalam evaluasi ditemukan menu yang dianggap tidak sesuai, maka akan langsung dilaporkan dan ditindaklanjuti.

Penutupan sementara ini disebut sebagai langkah pembinaan, bukan penghentian permanen. Pemerintah ingin memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai standar, terutama di bulan Ramadan yang memiliki pola distribusi berbeda dari biasanya.

“Dengan pengawasan yang makin diperketat, BGN Kalbar berharap SPPG dapat segera beroperasi kembali setelah melakukan perbaikan sesuai SOP yang berlaku,” tukasnya.

Editorial Team