Pontianak, IDN Times - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan akhirnya menemui massa aksi yang menggelar demonstrasi untuk ketiga kalinya di halaman Kantor DPRD Provinsi Kalbar, pada Jumat (23/10/2026) pukul 17.00 WIta.
Dalam pertemuan tersebut, Norsan menanggapi sejumlah tuntutan mahasiswa, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) di daerah hulu, buruknya fasilitas publik, hingga dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam aksi sebelumnya.
Salah satu pernyataan yang menjadi sorotan adalah bantahan Norsan terkait dugaan dirinya memerintahkan ormas untuk melakukan pemukulan terhadap mahasiswa pada aksi sebelumnya.
“Saya berani bersumpah, demi Allah, saya itu tidak pernah menyuruh ormas,” tegas Norsan di hadapan massa aksi.
Terkait persoalan tersebut, Norsan menyatakan proses selanjutnya diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH). Ia mempersilakan pihak terkait mencari bukti dan memproses persoalan itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita serahkan kepada pihak APH,” ujarnya.
