Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cuaca Buruk Hantam Perahu Nelayan di Muara Kembang, Waspada Faktor Alam

Kab. Kutai Kartanegara
2 min read
Cuaca Buruk Hantam Perahu Nelayan di Muara Kembang, Waspada Faktor Alam
ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Mishal Ibrahim)
  • Nelayan Jufri Daeng Kulle (50) ditemukan meninggal pada Kamis, setelah perahunya terbalik dihantam ombak besar di perairan Muara Kembang, Kutai Kartanegara.

  • Insiden terjadi Rabu sekitar pukul 10.30 WITA saat tiga nelayan mencari ikan; Irfan dan Rian selamat, sedangkan Jufri terseret arus deras.

  • Tim SAR menemukan jasad korban 12,4 mil laut dari lokasi kejadian setelah menyisir 96,31 mil laut persegi, lalu mengevakuasinya ke Pelabuhan Handil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kukar, IDN Times - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Jufri Daeng Kulle (50), nelayan yang dilaporkan hilang usai kapalnya terbalik di perairan Muara Kembang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Penemuan korban kondisi tewas

    WhatsApp Image 2025-10-30 at 16.59.17 (2).jpeg
    Ilustrasi SAR mengevakuasi jasad korban tenggelam KM Mina Maritim 148 di Perairan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Kamis (30/10/2025). (Dok. Basarnas Balikpapan)

    Insiden nahas tersebut bermula saat kapal yang ditumpangi korban bersama dua rekannya dihantam ombak besar pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.

    "Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara insiden kapal terbalik terjadi pada Rabu sekitar pukul 10.30 WITA," ujar Komandan Regu SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan, Ari Triyanto diberitakan Antara, Kamis (22/10/2026).

  2. 2. Para korban yang ditemukan selamat

    WhatsApp Image 2025-10-30 at 17.36.14 (1).jpeg
    Ilustrasi SAR melakukan pencarian terhadap korban tenggelam KM Mina Maritim 148 di Perairan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (Dok. Basarnas Balikpapan)

    Berdasarkan keterangan saksi, tiga nelayan tersebut awalnya berangkat melaut sejak pukul 05.00 WITA untuk mencari ikan. Namun, saat berada di perairan Muara Kembang, cuaca buruk dan ombak kuat mendadak menghantam hingga membuat perahu mereka terbalik.

    Dua nelayan lainnya, yakni Irfan (30) dan Rian (20), berhasil menyelamatkan diri. Naas, Jufri Daeng Kulle terseret arus deras dan dinyatakan hilang di laut.

    Menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 11.30 WITA, KPP Balikpapan langsung menerjunkan tim SAR gabungan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.

  3. 3. Proses evakuasi korban tewas

    Ilustrasi mayat (Foto: IDN Times)
    Ilustrasi mayat (Foto: IDN Times)

    Pencarian yang berlanjut hingga Kamis memperluas area penyisiran hingga mencapai 96,31 mil laut persegi. Tim SAR juga berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan tersebut untuk membantu pemantauan.

    Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 12.22 WITA. Jasad korban ditemukan mengapung berjarak sekitar 12,4 mil laut dari lokasi awal tenggelamnya kapal.

    "Jasad korban langsung dievakuasi ke Pelabuhan Handil, Muara Jawa, Kukar, dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga menggunakan ambulans," jelas Ari.

    Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

    KPP Balikpapan turut mengapresiasi sinergi seluruh unsur relawan dan instansi yang terlibat. Pihaknya juga mengimbau para nelayan di Kalimantan Timur agar selalu memeriksa prakiraan cuaca serta mengutamakan alat keselamatan sebelum melaut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More