Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antrean BBM SPBU Mengular di Kaltim, Gubernur Curhat Ini pada Bahlil

Kota Balikpapan
2 min read
Antrean BBM SPBU Mengular di Kaltim, Gubernur Curhat Ini pada Bahlil
Pengendara roda dua antre untuk pengisin bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di SPBU Asaya, Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/agr
  • Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meminta Pertamina Patra Niaga melancarkan distribusi BBM setelah antrean Pertalite dan Solar masih panjang di SPBU, meski stok secara teknis disebut cukup.
  • Rudy menyoroti warga kerap mengantre berjam-jam atau menemui stok kosong; ia menilai disparitas harga BBM subsidi dan nonsubsidi meningkatkan permintaan, sehingga tata kelola pasokan perlu diperbaiki.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan stok Pertalite aman 16–18 hari dan Solar mencukupi; proyek RDMP Balikpapan senilai Rp123 triliun telah 99 persen, dengan kapasitas target 360.000 barel per hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Balikpapan, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meminta PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan untuk menjamin kelancaran dan konsistensi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya.

Teguran dan harapan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernurkepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai meninjau megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kamis (22/10/2026).

Rudy menegaskan, meski secara hitung-hitungan teknis stok BBM dipastikan mencukupi, realita di lapangan justru memperlihatkan pemandangan sebaliknya. Antrean panjang warga yang ingin mendapatkan BBM—khususnya jenis Pertalite dan Solar—masih marak terjadi.

"Alhamdulillah kalau stok kita cukup, Pak Menko. Tapi kasihan masyarakat kita, masih harus antre panjang di SPBU-SPBU," ujar Rudy di hadapan Menko Bahlil dalam akun IG Pemprov Kaltim.

  1. 1. Warga Kaltim mempertanyaan stok pasokan BBM

    Menurut Orang Nomor Satu di Benua Etam tersebut, masyarakat umum tidak terlalu memahami perhitungan teknis cadangan BBM. Warga hanya mendapati kenyataan bahwa mereka harus membuang waktu berjam-jam untuk mengantre, bahkan kerap mendapati stok BBM dalam kondisi kosong di jam-jam tertentu.

    Rudy tak menampik, tingginya lonjakan antrean BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar dipicu oleh disparitas (selisih) harga yang cukup jauh dibandingkan BBM nonsubsidi seperti Pertamax maupun Dexlite.

    Oleh karena itu, ia menekankan kunci utamanya ada pada tata kelola pasokan dan efisiensi rantai distribusi dari Pertamina.

    "Yang terpenting Pak Menteri, barangnya ada dan distribusinya maksimal. Kalau pasokan lancar, tentu masyarakat bisa membeli dengan tenang dan nyaman tanpa perlu antre lama," tegasnya.

  2. 2. Menteri ESDM pastikan pasokan BBM aman

    Bahlil 2.jpg
    Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

    Menanggapi keluhan tersebut, Menko ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa kondisi stok BBM secara nasional, khususnya jenis Pertalite, berada di posisi aman untuk ketahanan 16 hingga 18 hari ke depan.

    Sementara itu, untuk pasokan Solar domestik diklaim sangat mencukupi karena ditopang oleh kapasitas produksi dalam negeri.

    "Stok RON 92, 95, dan 98 (Pertamax Series) bahkan di atas 20 hari. Angka ini melebihi standar minimum nasional, Pak Gubernur," jelas Bahlil.

  3. 3. Proyek RDMP di Balikpapan sudah 99 persen

    Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim)
    Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) (IDN Times/Fauzan)

    Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko Bahlil juga membeberkan progres terkini pembangunan kilang minyak RDMP Pertamina Balikpapan bernilai Rp123 triliun yang telah mencapai 99 persen.

    Megaproyek strategis ini diproyeksikan bakal mendongkrak kapasitas pengolahan minyak mentah secara signifikan dari sebelumnya 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More