Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anak di Kalbar Kritik Jalan Rusak, Mau Tukar Gubernur Norsan dengan KDM
Viral anak di Kalbar kritik pemerintah atas jalan rusak. (Dok.tangkapan layar)
  • Sebuah video anak di Sintang, Kalbar, yang mengeluhkan jalan rusak viral dan memicu reaksi publik karena menyinggung pergantian gubernur.
  • Kepala Dinas PUPR Kalbar menegaskan jalan Bedayan–Libau merupakan kewenangan Kabupaten Sintang serta mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak berpendapat.
  • Pemerintah Provinsi Kalbar tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sesuai kewenangan demi pemerataan pembangunan di daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 Maret 2026

Kepala Dinas PUPR Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen, menanggapi video viral anak yang mengeluhkan jalan rusak di Sintang. Ia meluruskan bahwa jalan Bedayan–Libau merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sintang, bukan provinsi.

kini

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sesuai kewenangan dan mengimbau masyarakat membimbing anak-anak agar beretika dalam menyampaikan aspirasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sebuah video viral menampilkan seorang anak di Sintang, Kalimantan Barat, mengeluhkan kondisi jalan rusak dan menyebut keinginan mengganti Gubernur Ria Norsan dengan Kang Dedi Mulyadi.
  • Who?
    Anak kecil di Kecamatan Sepauk muncul dalam video tersebut, sementara Kepala Dinas PUPR Kalbar Iskandar Zulkarnaen memberikan tanggapan resmi terkait isi video itu.
  • Where?
    Kejadian terjadi di ruas jalan Bedayan–Libau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.
  • When?
    Pernyataan resmi dari Dinas PUPR disampaikan pada Sabtu, 28 Maret 2026, setelah video tersebut ramai dibicarakan di media sosial.
  • Why?
    Anak tersebut menyampaikan keluhan karena jalan yang becek dan berlubang sulit dilalui. Reaksi muncul karena narasi video dianggap menyudutkan Gubernur Kalbar.
  • How?
    Dinas PUPR menjelaskan bahwa perbaikan jalan merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sintang dan mengimbau orang tua membimbing anak dalam menyampaikan pendapat secara etis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak kecil di Kalimantan Barat ngomel soal jalan yang rusak dan berlubang, terus videonya jadi ramai di internet. Anak itu bilang mau ganti gubernur. Banyak orang lihat videonya. Lalu bapak dari dinas jalan bilang jalan itu urusan kabupaten, bukan provinsi. Sekarang pemerintah janji mau perbaiki jalan dan ingatkan orang tua supaya ajari anak bicara dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Viralnya video anak yang mengkritik jalan rusak di Sintang ternyata mendorong dialog konstruktif antara masyarakat dan pemerintah. Dinas PUPR Kalimantan Barat merespons dengan sikap terbuka, menegaskan pentingnya edukasi publik tentang kewenangan infrastruktur sekaligus meneguhkan komitmen pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan kualitas jalan sesuai tanggung jawabnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sintang, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak kecil mengeluhkan kondisi jalan rusak di ruas Bedayan–Libau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang anak dengan polos menyampaikan keluhannya terhadap jalan yang becek, berlubang dan sulit dilalui.

Bahkan, narasi yang menyertai video itu dilengkapi dengan ajakan mengganti gubernur Kalbar, Ria Norsan menjadi ‘Gubernur KDM (Kang Dedi Mulyadi)’ (Gubernur Jawa Barat) yang kemudian memicu beragam reaksi warganet. Viralnya video ini pun sampai ke perhatian pemerintah daerah.

1. Dinas PUPR menyayangkan keterlibatan anak-anak

Viral anak di Kalbar kritik pemerintah atas jalan rusak. (Dok.tangkapan layar)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen angkat bicara. Dia mengaku menghargai aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial. Namun, dia menyayangkan cara penyampaiannya yang melibatkan anak-anak tanpa pemahaman yang utuh.

Menurutnya, narasi yang berkembang justru cenderung menyudutkan Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Padahal menurut Iskandar, status jalan tersebut bukan kewenangan pemerintah provinsi.

“Perlu diluruskan, penanganan jalan Bedayan–Libau itu merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sintang, bukan (pemerintah) provinsi,” tegas Iskandar, Sabtu (28/3/2026).

2. Tekankan peran orangtua dalam membimbing anak

Viral anak di Kalbar kritik pemerintah atas jalan rusak. (Dok.tangkapan layar)

Dia menilai, penting bagi masyarakat untuk memahami pembagian kewenangan dalam pengelolaan infrastruktur agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada opini yang keliru. Lebih jauh, Iskandar juga menekankan peran orang tua dalam membimbing anak-anak, terutama dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Anak-anak perlu diedukasi agar memahami etika dalam berpendapat. Jangan sampai mereka menyampaikan informasi yang tidak utuh atau bahkan keliru,” ujarnya.

3. Komitmen tingkatkan kualitas infrastruktur jalan

Viral anak di Kalbar kritik pemerintah atas jalan rusak. (Dok.tangkapan layar)

Dia juga mengingatkan bahwa penyampaian opini di ruang publik tetap memiliki konsekuensi, apalagi jika berpotensi merugikan pihak tertentu.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan yang terus didorong oleh pemerintah provinsi.

Di akhir pernyataannya, Iskandar kembali mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar membimbing anak-anak menjadi pribadi yang berintegritas, kritis, namun tetap beretika dalam menyampaikan aspirasi.

Editorial Team