Samarinda, IDN Times - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, merespons keras pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, serta Tim Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno, terkait polemik pengalihan iuran BPJS Kesehatan bagi puluhan ribu warga. Andi Harun menilai pernyataan kedua pihak tersebut menunjukkan belum adanya pemahaman utuh terhadap persoalan yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Polemik ini bermula dari surat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur yang meminta pengalihan beban iuran BPJS Kesehatan bagi 49.742 warga Samarinda kembali ke anggaran Pemkot.
“Saya berharap Kadinkes membaca dan memahami persoalan secara menyeluruh. Jangan reaktif, karena pernyataan tersebut justru menunjukkan ketidakutuhan pemahaman,” ujar Andi Harun, Minggu (12/4/2026).
