Benda Bercahaya Terobos Langit Sambas, Warga Panik dan Rekaman Viral

Sambas, IDN Times - Warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) dibuat geger oleh kemunculan benda langit bercahaya terang yang melintas di langit pada Selasa (7/4/2026) malam.
Fenomena langka ini langsung memicu berbagai spekulasi, mulai dari meteor hingga dugaan benda asing dari luar angkasa.
Rekaman video dari warga pun cepat menyebar, memperlihatkan cahaya terang meluncur cepat di langit malam, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus menegangkan.
1. BRIN sebut meteor atau fireball

Menanggapi kejadian tersebut, Peneliti Astronomi-Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena itu sangat mungkin merupakan meteor berukuran besar, atau yang dikenal sebagai fireball.
“Diduga itu meteor besar atau fireball. Cahayanya tampak makin terang saat melintasi awan karena efek pantulan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Thomas menegaskan, secara visual meteor memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan sampah antariksa buatan manusia.
Jika sampah antariksa terbakar, biasanya akan pecah menjadi beberapa bagian dan terlihat seperti objek yang bergerak beriringan. Sementara itu, meteor cenderung melintas utuh dengan kecepatan jauh lebih tinggi.
“Kalau sampah antariksa biasanya pecah dan terlihat beriringan. Meteor itu lebih cepat dan tidak pecah,” jelasnya.
2. Belum punya sistem khusus untuk deteksi

Hingga saat ini BRIN belum memiliki sistem khusus untuk mendeteksi secara langsung masuknya meteor atau asteroid ke atmosfer bumi.
Sebagian besar informasi awal justru berasal dari laporan masyarakat atau rekaman video yang beredar di media sosial.
Namun, BRIN saat ini tengah mengembangkan riset teknologi berbasis infrasound yang berpotensi digunakan sebagai sistem pemantauan di masa depan.
3. Minta warga tak perlu khawatir

Menurut Thomas, meteor berasal dari sisa-sisa pembentukan tata surya yang memang kerap memasuki atmosfer bumi.
Meski terdengar menakutkan, masyarakat diminta untuk tetap tenang. Pasalnya, kejadian seperti ini tergolong umum dan sering terjadi.
“Tidak perlu khawatir. Fenomena seperti ini adalah kejadian biasa,” tegasnya.
Namun, ia juga menambahkan bahwa potensi dampak tetap bergantung pada ukuran meteor. Jika berukuran sangat besar dan mencapai permukaan bumi, bisa saja menimbulkan lubang tumbukan.
Untuk kasus di Sambas, kemungkinan besar meteor hanya melintas di atmosfer atau jatuh di lokasi yang tidak terpantau.

















