Berburu Takjil di Pontianak, Pasar Juadah Mujahidin Ramai Sejak Siang

Pontianak, IDN Times - Tradisi berburu takjil di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kembali semarak di awal Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu titik keramaian terlihat di Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin yang dipadati pengunjung sejak siang hari.
Meski sempat diguyur hujan lebat, antusiasme warga tidak surut. Sejak pukul 14.00 WIB, lapak-lapak pedagang mulai dipenuhi pembeli yang ingin menyiapkan hidangan berbuka puasa.
1. Omzet UMKM menguntungkan

Selfi (23), salah satu pedagang, mengaku sudah bersiap sejak pukul 11.00 WIB. Dua jam kemudian, pengunjung mulai berdatangan.
“Ini hari pertama sudah ramai. Memang biasanya awal-awal puasa selalu penuh,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Warga Sungai Raya Dalam itu telah beberapa tahun berjualan di Pasar Juadah. Ia menjajakan aneka kue titipan, sebagian di antaranya dibuat oleh keluarganya di rumah. Pada hari pertama Ramadan, ia mencatat hampir setengah transaksi pembelian dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS.
“Ada sekitar setengah pembeli pakai QRIS, jadi lebih mudah,” katanya.
2. Bisa beli takjil pakai Qris

Dari total 108 lapak yang telah beroperasi, sejumlah tenda lainnya dijadwalkan menyusul dalam sepekan ke depan. Berbagai UMKM dan komunitas akan meramaikan pasar juadah tersebut.
Salah satu pembeli, Lydia, mengaku terbantu dengan metode pembayaran digital. Menurutnya, transaksi menjadi lebih praktis dan aman tanpa harus membawa uang tunai.
“Sekarang cukup bawa handphone, pakai QRIS jadi tidak perlu repot,” ujarnya.
3. Bagian dari siar ekonomi kerakyatan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut positif geliat ekonomi di pasar juadah yang tersebar di enam kecamatan. Ia menyebut kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang mendorong kebangkitan UMKM.
“Kita bersyukur karena ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin dimanfaatkan untuk pasar juadah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan,” kata Edi.
Ia juga mengimbau para pedagang menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan yang dijual agar berkah Ramadan tidak hanya berupa keuntungan ekonomi, tetapi juga nilai ibadah.
“Pasar juadah ini menunjukkan semangat masyarakat dalam mengambil berkah Ramadan,” tutupnya.
















