Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Pangan Bergerak selama Ramadan di PPU, Cabai dan Daging Terkerek

Harga Pangan Bergerak selama Ramadan di PPU, Cabai dan Daging Terkerek
ilustrasi warung sembako (unsplash.com/Catgirlmutant)

Penajam, IDN Times - Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai mengalami kenaikan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Komoditas yang paling terdampak adalah cabai dan daging sapi. Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Penajam, Jumat (20/2/2026), menunjukkan harga cabai melonjak signifikan.

“Cabai naik Rp30.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp50.000 menjadi Rp80.000 per kilogram,” ujar pedagang sayur, Salawati diberitakan Antara.

Kenaikan juga terjadi pada daging sapi. Saat ini, daging sapi dijual Rp150.000 per kilogram, naik Rp15.000 dari harga sebelumnya Rp135.000 per kilogram.

1. Ketersediaan bahan sembako di PPU

Sembako
Ilustrasi toko sembako (dok.IDN Times)

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara, Margono Hadisusanto, mengatakan meski ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, ketersediaan bahan pangan selama Ramadhan relatif aman.

Menurutnya, stok beras, telur ayam, sayur-mayur, daging sapi, dan ayam potong mencukupi kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat selama bulan puasa. Sementara itu, harga minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan komoditas lainnya masih stabil.

2. Pemantauan jalur distribusi

Warung sembako
ilustrasi warung sembako (unsplash.com/Zhen Yao)

Tim Dinas Kukmperindag juga terus melakukan pemantauan di berbagai jalur distribusi, mulai dari pasar tradisional, toko modern hingga distributor. Hasilnya, pasokan komoditas utama dipastikan masih terkendali.

3. Stabilitas harga dan pasokan sembako

ilustrasi literasi keuangan
ilustrasi literasi keuangan (unsplash.com/Milles Studio)

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan. Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui operasi pasar dan intervensi pasar.

“Pengendalian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga tanpa merugikan pedagang maupun pelaku usaha,” ujar Margono.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Harga Pangan Bergerak selama Ramadan di PPU, Cabai dan Daging Terkerek

20 Feb 2026, 15:00 WIBNews