Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Murah, Ini 5 Ciri Pakaian Berkualitas yang Wajib Kamu Tahu
ilustrasi model pakaian (unsplash.com/Tamara Bellis)

Industri fast fashion menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah tekstil dan pencemaran lingkungan. Produksi pakaian dalam jumlah besar dengan harga murah sering kali menghasilkan produk yang tidak tahan lama, sehingga cepat dibuang dan berakhir di tempat pembuangan sampah.

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi dampak tersebut adalah memilih pakaian berkualitas tinggi yang lebih awet. Selain membantu mengurangi limbah, langkah ini juga membuat penampilan terlihat lebih rapi dan elegan sekaligus lebih hemat dalam jangka panjang.

Berikut lima tips memilih pakaian berkualitas yang bisa kamu terapkan.

1. Perhatikan Jenis Bahan yang Digunakan

Ilustrasi memilih bahan pakaian (freepik.com/freepik)

Jenis bahan menjadi salah satu indikator utama kualitas pakaian. Bahan alami seperti katun, linen, sutra, wol, viscose, atau tencel umumnya lebih nyaman dikenakan karena mampu menyerap keringat dengan baik dan terasa sejuk di kulit.

Sebaliknya, bahan sintetis seperti poliester dan nilon cenderung kurang menyerap keringat sehingga terasa lebih panas saat digunakan. Selain itu, bahan sintetis juga membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai sehingga berpotensi menambah pencemaran lingkungan.

2. Cek Kualitas Jahitan Pakaian

Ilustrasi memilih bahan pakaian (freepik.com/freepik)

Sebelum membeli pakaian, luangkan waktu untuk memeriksa detail jahitannya. Jahitan yang rapi, lurus, dan kuat menunjukkan bahwa pakaian dibuat dengan standar kualitas yang baik.

Perhatikan juga apakah terdapat benang yang terlepas, serta pastikan bagian yang sering menerima beban, seperti kantong, lengan, atau siku, memiliki jahitan yang kokoh. Jangan lupa mengecek ritsleting dan kancing agar berfungsi dengan baik dan terpasang kuat.

3. Lapisan atau Alas yang Digunakan Menentukan Kenyamanan

ilustrasi memeriksa bahan pakaian (freepik.com/teksomolika)

Untuk pakaian formal seperti blazer, jas, atau gaun, kualitas lapisan dalam (lining) tidak boleh diabaikan. Lapisan yang halus dan kuat membuat pakaian terasa lebih nyaman dipakai, menjaga bentuknya tetap rapi, serta memberikan kesan lebih premium.

Jika lapisan dalam terlihat tipis atau mudah rusak, sebaiknya pertimbangkan pilihan lain yang memiliki kualitas lebih baik.

4. Potongan Pakaian Harus Pas dan Simetris

ilustrasi mengecek bahan pakaian (pexels.com/Ron Lach)

Pakaian berkualitas umumnya memiliki potongan yang presisi sehingga lebih nyaman dikenakan dan terlihat lebih rapi di tubuh. Pastikan ukuran sesuai dengan bentuk tubuh agar memberikan tampilan yang maksimal.

Selain itu, pilih desain yang bersifat timeless atau tidak mudah ketinggalan zaman. Dengan begitu, pakaian dapat digunakan dalam berbagai kesempatan tanpa harus terus mengikuti tren yang cepat berubah.

5. Warna yang Solid dan Tidak Mudah Luntur

Ilustrasi bahan pakaian yang nyaman (unsplash.com/Priscilla Du Preez)

Warna juga menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pakaian. Pilih pakaian dengan warna yang merata, tajam, dan tidak mudah pudar setelah dicuci.

Sebaliknya, jika sejak awal warna tampak kusam atau tidak merata, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa proses pewarnaannya kurang baik. Pakaian dengan kualitas pewarnaan yang baik umumnya memiliki daya tahan lebih lama sekaligus memberikan tampilan yang lebih menarik.

Memilih pakaian berkualitas bukan sekadar investasi untuk penampilan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Pakaian yang awet akan mengurangi frekuensi membeli baju baru, sehingga membantu menekan limbah tekstil dan jejak karbon yang dihasilkan industri fesyen.

Mulailah berbelanja dengan lebih bijak. Alih-alih tergoda membeli pakaian murah yang hanya dipakai beberapa kali, pilihlah produk berkualitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Dengan cara ini, kamu tetap bisa tampil stylish sekaligus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article