Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diserap Program MBG, Susu UHT Full Cream di Pontianak Mulai Langka
Stok UHT di Pontianak langka. (IDN Times/Teri).
  • Permintaan tinggi akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat stok susu UHT full cream di Pontianak menipis, meski pasokan belum benar-benar habis.
  • Kendala distribusi dari pelabuhan dan keterlambatan pengiriman memperparah kelangkaan, sementara varian rasa lain masih tersedia di ritel.
  • Supplier menghadapi keterbatasan mesin produksi sehingga suplai ke ritel tersendat; pemerintah imbau warga tidak panik dan memilih alternatif varian rasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Ketersediaan susu Ultra High Temperature (UHT) varian full cream (plain) di sejumlah ritel modern di Kota Pontianak dilaporkan mulai terbatas dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memicu keluhan warga yang kesulitan mendapatkan produk tersebut, baik dalam kemasan kecil maupun ukuran 1 liter.

Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) pun turun tangan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah ritel modern.

Hasilnya, kelangkaan ini dipastikan bukan karena ketiadaan stok sepenuhnya, melainkan akibat tingginya permintaan yang belum diimbangi pasokan.

1. Pemicu langkanya UHT karena MBG

Pemkot Pontianak pantau stok UHT di pasaran. (IDN Times/Teri).

Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Ibrahim, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan susu UHT, khususnya varian full cream, menjadi faktor utama terbatasnya stok di pasaran.

“Memang ada peningkatan permintaan yang cukup tinggi, terutama untuk susu UHT full cream yang banyak digunakan akhir-akhir ini,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Salah satu pemicu lonjakan permintaan tersebut adalah kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang turut menyerap pasokan dalam jumlah besar. Akibatnya, distribusi produk harus dibagi antara kebutuhan program pemerintah dan masyarakat umum.

2. Faktor distribusi juga jadi kendala

Stok susu UHT di Pontianak menghilang. (IDN Times/Teri).

Selain faktor permintaan, kata Ibrahim, kendala distribusi juga memperparah kondisi. Ibrahim mengungkapkan bahwa proses pengiriman dari supplier ke ritel tidak selalu berjalan lancar, terutama karena hambatan di pelabuhan.

“Distribusi ini juga dipengaruhi faktor transportasi dan kondisi di pelabuhan. Kontainer kadang harus menunggu satu sampai dua minggu sebelum bisa dikirim,” jelasnya.

Di tingkat ritel, kondisi serupa juga dirasakan. Pantauan di salah satu supermarket di Pontianak menunjukkan rak susu UHT full cream kosong, sementara varian rasa seperti cokelat dan stroberi masih tersedia.

3. Supplier alami keterbatasan mesin produksi

Diskumdag Pontianak tinjau ritel modern. (IDN Times/Teri).

Sementara itu, Head of Merchandising Mitra Anda, Susiana, mengatakan bahwa peningkatan permintaan sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Namun, suplai dari distributor justru mengalami keterbatasan.

“Permintaan meningkat, tapi stok dari distributor masih terbatas karena mereka juga belum mampu memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Menurutnya, kendala tidak hanya terjadi pada distribusi, tetapi juga pada kapasitas produksi. Beberapa supplier disebut mengalami keterbatasan mesin produksi, sehingga tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan pasar.

Situasi ini semakin diperparah sejak meningkatnya kebutuhan program MBG, yang membuat pasokan ke ritel modern ikut terdampak.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, pihak ritel tetap melakukan pemesanan maksimal, namun juga menerapkan pembatasan pembelian agar stok dapat didistribusikan secara merata kepada konsumen.

“Kami tetap order penuh, tapi distribusi tidak hanya ke satu segmen. Jadi kami batasi agar masyarakat umum tetap kebagian,” jelas Susiana.

4. Stok UHT kosong sejak Ramadan

Stok UHT Plain di Pontianak kosong. (IDN Times/Teri).

Dia menambahkan, kondisi kekosongan stok susu UHT full cream ini telah berlangsung sejak bulan Ramadan dan masih berlanjut hingga saat ini.

Meski demikian, ada harapan kondisi akan segera membaik. Berdasarkan informasi dari supplier, pasokan diperkirakan mulai kembali stabil pada Mei mendatang.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik serta mempertimbangkan alternatif lain, seperti susu UHT dengan varian rasa yang saat ini masih tersedia di pasaran.

“Stok tetap ada, hanya belum sepenuhnya mencukupi permintaan. Kami harap masyarakat tidak perlu resah,” tukas Ibrahim.

Editorial Team