Balikpapan, IDN Times - Sejumlah warga salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kampung Timur mendatangi Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara untuk menyampaikan kondisi santri mereka yang dikucilkan masyarakat sekitar.
Itu terjadi setelah pimpinan pondok pesantren mereka meninggal dan Pemkot Balikpapan mengumumkan positif terjangkit virus corona. Muhammad Zain, anak kedua dari pemimpin pesantren itu pun buka-bukaan mengenai kondisi pesantren dan santri-santrinya yang telah ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan.
“Memang kondisinya di dalam ponpes tenang, namun ketika mereka keluar untuk membeli kebutuhan di sekitar pondok mereka menjadi terasingi (dikucilkan) oleh warga sekitar. Misal, ketika membeli makan atau minum kadang mereka tidak dilayani,” kata Zain dalam pertemuan di Kelurahan Gunung Samarinda Baru pada Jumat (3/4).
