Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fulltime Mom: Tips Tetap Percaya Diri dan Bahagia di Rumah
ilustrasi ibu anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Artikel membahas tantangan dan cara menjaga rasa percaya diri bagi ibu rumah tangga penuh waktu yang sering merasa minder setelah berhenti bekerja.
  • Ditekankan pentingnya bersyukur, bergabung dengan komunitas sesama ibu, serta tetap produktif melalui kegiatan seperti usaha kecil atau pelatihan daring.
  • Dianjurkan untuk mengurangi perbandingan di media sosial, fokus pada kebahagiaan pribadi, dan memberi apresiasi pada diri agar tetap bahagia menjalani peran sebagai fulltime mom.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi ibu rumah tangga penuh waktu (fulltime mom) merupakan pilihan yang diambil banyak perempuan setelah menikah. Meski memberikan kesempatan lebih besar untuk mendampingi tumbuh kembang anak, peran ini juga memiliki tantangan tersendiri, mulai dari berkurangnya interaksi sosial, perubahan gaya hidup, hingga rasa khawatir tertinggal dari pencapaian orang lain.

Tak sedikit ibu rumah tangga yang merasa kurang percaya diri setelah berhenti bekerja. Namun, perasaan tersebut dapat diatasi dengan membangun pola pikir yang lebih positif dan fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tetap percaya diri dan bahagia sebagai fulltime mom.

1. Selalu bersyukur

potret ilustrasi ibu anak (pexels.com/Pixabay)

Rasa syukur dapat membantu mengurangi perasaan minder dan membuat seseorang lebih fokus pada hal-hal positif dalam hidup. Luangkan waktu setiap pagi untuk mengingat hal-hal yang patut disyukuri, seperti keluarga yang sehat, pasangan yang mendukung, atau kesempatan mendampingi anak setiap hari.

2. Bergabung dengan komunitas fulltime mom

ilustrasi keluarga, ibu, anak, cucu, sandwich generation (vecteezy.com/IRYNA KORSHYKAVA)

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti harus menjalani semuanya seorang diri. Bergabung dengan komunitas ibu, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dapat menjadi sarana berbagi pengalaman, memperoleh informasi seputar pengasuhan anak, hingga memperluas jaringan pertemanan.

3. Tetap produktif dan tambah pengetahuan

Ilustrasi foto keluarga ayah, ibu, anak perempuan, dan anak laki laki

Meski lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, peluang untuk terus berkembang tetap terbuka lebar. Ibu rumah tangga dapat memulai usaha kecil, mengikuti pelatihan daring, menjadi penulis lepas, atau mengembangkan keterampilan lain yang sesuai dengan minat dan kemampuan.

4. Kurangi penggunaan sosmed dan stop bandingkan diri

Ilustrasi ibu anak (pexels.com/Pelageia Zelenina)

Media sosial sering kali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang. Karena itu, membandingkan diri dengan apa yang terlihat di dunia maya justru dapat memicu rasa tidak percaya diri. Sebaiknya fokus pada perkembangan diri sendiri dan nikmati setiap proses yang sedang dijalani.

5. Fokus pada kebahagiaan dan pencapaian diri sendiri

ilustrasi ibu anak membuat kue (pexels.com/cottonbro studio)

Luangkan waktu untuk melakukan refleksi dan mengenali potensi yang dimiliki. Setiap orang memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Dengan memahami kemampuan diri, seseorang akan lebih mudah membangun rasa percaya diri dan menentukan tujuan yang ingin dicapai.

6. Jangan lupa berikan apresiasi untuk diri sendiri

Ilustrasi ibu anak (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga membutuhkan tenaga dan dedikasi yang besar. Karena itu, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk diri sendiri, seperti menikmati me-time, berolahraga, membaca buku, atau berkumpul bersama teman. Jika memungkinkan, mintalah dukungan pasangan agar memiliki waktu sejenak untuk beristirahat dan mengembalikan energi.

Pada akhirnya, tidak ada peran yang lebih baik antara fulltime mom maupun working mom. Keduanya memiliki tantangan, tanggung jawab, dan nilai yang sama pentingnya. Yang terpenting adalah menjalani peran dengan penuh rasa syukur, terus mengembangkan diri, serta tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai tolok ukur kebahagiaan. Dengan begitu, ibu rumah tangga tetap dapat merasa percaya diri, produktif, dan menikmati setiap momen bersama keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article