GAPKI Kalbar Dorong Sawit Lebih Produktif dan Patuh Regulasi

Pontianak, IDN Times - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kompak bersinergi menghadapi tantangan regulasi dan tantangan global di sektor perkebunan.
Momentum peringatan 45 tahun Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menjadi refleksi penting bagi pelaku industri sawit.
Dalam momentum peringatan 45 tahun, GAPKI Kalimantan Barat (Kalbar) mengadakan acara buka puasa bersama dan memberikan tali asih kepada perwakilan panti asuhan dan marbot masjid.
1. Tingkatkan kekompakan dan daya saing

Ketua GAPKI Kalimantan Barat, Aris Supratman, menegaskan saat ini pelaku usaha sawit perlu meningkatkan kekompakan agar industri tetap berjalan baik, berkelanjutan, serta memiliki daya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Momentum 45 tahun GAPKI ini membuat kita kembali mencermati situasi dan regulasi industri sawit. Pelaku usaha harus lebih kompak dan bersinergi agar sawit berkelanjutan dan tetap berdaya saing,” terang Aris, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, selama 45 tahun perjalanan organisasi, GAPKI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk saat masa pandemi Covid-19, ketika sektor sawit menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional.
2. Berkontribusi besar dalam peningkatan devisa negara

Saat ini, kata dia, GAPKI bersama pelaku industri terus mendorong berbagai riset guna meningkatkan produktivitas sawit untuk menjawab kebutuhan produk turunan di masa mendatang.
“Pemerintah dan GAPKI terus mencari peluang agar industri sawit dan turunannya tetap eksis serta mampu mendukung ekonomi nasional,” tuturnya.
Di Kalimantan Barat sendiri, meski perusahaan anggota GAPKI baru sekitar 20 persen dari total pelaku usaha sawit, keberadaan organisasi tersebut dinilai pemerintah daerah sangat penting, terutama dalam mempermudah koordinasi terkait kebijakan dan regulasi industri.
Aris menuturkan, koordinasi yang baik antara pelaku usaha dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan industri sawit yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, sejumlah perusahaan anggota GAPKI yang telah memiliki pasar ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya terus didorong untuk menjaga keberlanjutan ekspor. Langkah tersebut dinilai penting karena sektor ekspor sawit berkontribusi besar terhadap peningkatan devisa negara.
“Kami berharap pelaku usaha lainnya juga dapat saling mendukung agar Kalimantan Barat benar-benar menjadi salah satu penyumbang utama produk sawit nasional,” paparnya.
3. GAPKI penuhi regulasi terkait sertifikasi

GAPKI Kalbar juga terus mengingatkan perusahaan perkebunan untuk memenuhi berbagai regulasi, khususnya terkait sertifikasi ekspor.
Sertifikasi tersebut menjadi indikator bahwa perusahaan telah memenuhi standar lingkungan, ketenagakerjaan, serta kepatuhan regulasi lainnya.
“Perusahaan yang telah memiliki sertifikasi tentu menunjukkan kepatuhan terhadap aturan. Ini penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan menjadikan Kalbar sebagai tujuan investasi,” tukasnya.


















