Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gratis Kuliah hingga S3, Program Gratispol Kaltim Tembus Rp1,3 Triliun
ilustrasi beasiswa kuliah (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Program Gratispol Pendidikan Kaltim menyediakan akses pendidikan gratis dari SMA/SMK hingga S3, termasuk bantuan UKT bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
  • Pada 2025, 24.890 mahasiswa menerima Rp133,38 miliar; hingga Agustus 2026, penerima naik menjadi 67.897 mahasiswa dengan realisasi Rp316,22 miliar.
  • Pemprov Kaltim menyiapkan pagu Rp1,3 triliun tahun ini serta bantuan perlengkapan sekitar Rp1 juta bagi 65 ribu siswa SMA/SMK dan sederajat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Program Gratispol Pendidikan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Memasuki tahun kedua, program tersebut terus diperluas untuk membuka akses pendidikan gratis bagi masyarakat, mulai jenjang SMA/SMK hingga perguruan tinggi S1, S2, dan S3.

Pemprov Kaltim menempatkan pendidikan sebagai salah satu strategi untuk memutus rantai kemiskinan. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak Kaltim yang menghadapi kendala ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk mahasiswa, bantuan diberikan antara lain melalui pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai persyaratan yang telah ditetapkan.

1. Pelaksanaan Program Gratispol di Kaltim

Pada 2025, tahun pertama pelaksanaan Gratispol Pendidikan, sebanyak 24.890 mahasiswa tercatat menerima manfaat program tersebut. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp133,38 miliar.

Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa di tujuh perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta di Kaltim. Program juga mencakup mahasiswa luar daerah melalui jalur SNBP, perguruan tinggi negeri dalam program kerja sama, mahasiswa luar negeri, serta penerima kategori khusus dan afirmasi.

Capaian program meningkat signifikan pada tahun kedua. Hingga Agustus 2026, sebanyak 67.897 mahasiswa telah menikmati manfaat Gratispol Pendidikan. Realisasi bantuan mencapai Rp316,22 miliar.

Penyaluran bantuan tahun ini mencakup tujuh perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta di Kaltim. Selain itu, program diperluas melalui kerja sama dengan empat perguruan tinggi, kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), program luar daerah yang mencakup 140 perguruan tinggi, program khusus dokter spesialis dan tenaga pendidik di 39 perguruan tinggi, serta program afirmasi di 80 perguruan tinggi.

2. Kesempatan pendidikan tinggi di Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud memberikan keterangan kepada wartawan terkait kemungkinan penyusutan transfer ke daerah dari pusat. (IDN Times/Erik Alfian)

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan, program tersebut dirancang agar seluruh anak Kaltim memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.

“Gratispol Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak Kaltim bisa menempuh pendidikan hingga S1, S2 bahkan S3. Pendidikan akan menjadi modal untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera di masa depan. Dengan begitu, kita akan memutus rantai kemiskinan,” tegas Rudy dalam akun IG Pemprov Kaltim.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Kita tidak membeda-bedakan anak-anak Kaltim. Semua memiliki kesempatan yang sama. Karena itu, manfaatkan dengan baik Program Gratispol Pendidikan ini,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemprov Kaltim menyiapkan pagu anggaran sekitar Rp1,3 triliun untuk Gratispol Pendidikan tahun in

3. Target penerima Program Gratispol

Program Gratispol akan mulai dijalankan Juli 2025. (Dok. Disdikbud Balikpapan)

Tak hanya perguruan tinggi, program pendidikan gratis juga menyasar pelajar SMA/SMK dan sederajat. Pemprov Kaltim memberikan bantuan perlengkapan sekolah berupa sepatu, tas, seragam, dan kebutuhan lainnya dengan nilai sekitar Rp1 juta per siswa.

Jumlah penerima bantuan perlengkapan sekolah tahun ini disiapkan sebanyak 65 ribu siswa, sama seperti penyaluran pada tahun sebelumnya.

Dengan perluasan cakupan penerima dan peningkatan anggaran, Program Gratispol Pendidikan diharapkan tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga memperluas kesempatan generasi muda Kaltim untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article