Sarniah binti Sarnata TKI asal Serang Banten yang baru saja dievakuasi dari Sudan. (IDN Times/Amir Faisol)
Di Mes Pemprov Kaltim, mereka akan disiapkan tempat istirahat yang layak dan layanan makan tiga kali sehari. "Besok rencana kami akan bawa mereka untuk rekreasi agar lebih rileks dan tenang. Apalagi Pak Gubernur juga sudah meminta OPD terkait untuk membantu bagaimana kelanjutan pendidikan mereka," ungkap Fida.
Dia juga sudah menyampaikan salam Gubernur Isran Noor yang tidak sempat menerima mahasiswa karena saat bersamaan harus terbang ke Brazil.
Lima mahasiswa Kaltim sesuai data yang diterima dari Kementerian Luar Negeri RI adalah Mariati Maulida (Samarinda), Tika Hamidah (Samarinda), Quratul Aini Maufida (Tanah Grogot), Muhammad Irham (Samarinda), Ahmad Rauf (Babulu, Paser). Satu lagi mahasiswa yang juga akan ditampung di Mes Pemprov Kaltim adalah Naila Fauziah, asal Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Satu warga Kaltim lainnya adalah karyawan swasta, Yosafat Nugraha Aji Pratama (Samarinda). Yosafat tidak bergabung ke Mes Pemprov Kaltim karena akan langsung ditangani oleh perusahaan yang bersangkutan.
"Pak gubernur juga minta agar mahasiswa asal Kaltara ditampung di mes kita. Bagaimana pun dia juga saudara kita," ungkap Fida meneruskan pesan Gubernur Isran Noor.