Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Plastik Terus Meroket, Pedagang Bertahan dengan Keuntungan Minim
Harga plastik di Pontianak naik. (IDN Times/istimewa).

Pontianak, IDN Times - Kenaikan harga berbagai jenis plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh para pelaku usaha kecil.

Lonjakan ini terjadi pada beragam produk, mulai dari cup gelas hingga kantong kresek, yang merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas berjualan sehari-hari.

Seorang penjual es di Pontianak, Herman mengaku kenaikan harga terjadi secara bertahap dan mulai terasa setelah momen Lebaran.

1. Kenaikan harga plastik beratkan pelaku usaha kecil

Pedagang es di Pontianak ambil untung kecil walau harga plastik naik. (IDN Times/istimewa).

Dia menuturkan, untuk harga cup gelas ukuran 22 oz yang sebelumnya berkisar Rp14.500 kini naik menjadi Rp17.000 hingga Rp18.000 per pak.

“Kenaikan mulai terasa setelah Lebaran,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Tak hanya itu, harga plastik kresek juga mengalami lonjakan dari Rp16.000 menjadi Rp21.000 per pak. Sementara kantong es turut naik sekitar Rp1.000 per pak.

Kondisi ini, kata Herman, cukup memberatkan pedagang kecil yang bergantung pada plastik sebagai kebutuhan pokok.

2. Tak naikkan harga jual, walau untung sedikit

Harga plastik di Pontianak naik. (IDN Times/istimewa).

Di tengah kenaikan biaya, pedagang dihadapkan pada dilema. Menaikkan harga jual berisiko menurunkan jumlah pembeli, sementara mempertahankan harga berarti harus memangkas keuntungan.

“Kalau bahan ini naik tentu susah juga bagi kami. Mau tidak mau ambil untung sedikit saja, karena kalau harga jual dinaikkan terlalu tinggi, takut pembeli berkurang,” ungkapnya.

Kenaikan harga plastik ini juga dibenarkan oleh Adisman, Supervisor Toko Raxsasa di Pontianak. Ia menyebutkan, lonjakan harga sudah terjadi sejak sebelum Lebaran dan berlangsung secara bertahap hingga tiga kali.

Menurutnya, hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan, termasuk cup gelas, sendok plastik, hingga kantong kresek. Harga cup gelas yang sebelumnya Rp8.400 kini naik menjadi Rp10.400. Sementara kantong kresek di tingkat toko naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.000 per pak.

Untuk produk jenis thinwall, kenaikan bahkan lebih signifikan. Wadah berukuran 500 hingga 1.000 mililiter yang sebelumnya dijual sekitar Rp25.000 kini melonjak menjadi Rp32.500, bahkan ada yang menembus Rp40.000 tergantung ukuran.

“Rata-rata kenaikan sekitar 3 sampai 4 persen, terutama untuk produk thinwall,” jelas Adisman.

3. Faktor distribusi jadi salah satu penyebab kenaikan

Supervisor Toko Raxsasa di Pontianak, Adisman. (IDN Times/istimewa).

Dia menambahkan, masih ada kemungkinan sebagian toko menjual dengan harga lama karena stok sebelumnya belum habis. Namun, untuk stok baru, hampir seluruhnya telah mengalami penyesuaian harga.

Meski berdampak pada penjualan, Adisman menilai sebagian pelanggan mulai memahami kondisi tersebut karena kenaikan terjadi secara merata di pasaran.

“Pengaruh pasti ada, tapi pelanggan juga tahu harga plastik di mana-mana memang naik. Kami tetap berusaha menjual dengan harga yang lebih bersaing,” ucapnya.

Terkait penyebab kenaikan, baik pedagang maupun pihak toko belum dapat memastikan secara pasti. Namun, faktor distribusi dan pengiriman barang diduga menjadi salah satu pemicu utama, termasuk kemungkinan kenaikan biaya ekspedisi dan transportasi laut.

Para pelaku usaha kecil pun berharap harga plastik dapat segera stabil, agar tidak semakin membebani operasional mereka di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Editorial Team