Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Intensitas Hujan Tinggi, Sebagian Wilayah IKN Terendam Banjir 

Banjir IKN
Tingginya curah hujan berdampak sebagian wilayah di IKN terendam banjir (IDN Times/Ervan)
Intinya sih...
  • Intensitas hujan tinggi di IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyebabkan banjir di Kelurahan Mentawir dan Desa Suka Raja.
  • Banjir mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter dan 30-50 cm, mempengaruhi 54 rumah dan 147 jiwa serta membuat 60 rumah warga terisolir.
  • Ketua RT 25 Desa Suka Raja mendesak normalisasi sungai sebagai solusi permanen, sementara Deputi Bidang Otorita IKN meninjau lokasi untuk mencari solusi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penajam, IDN Times –  Tingginya intensitas hujan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berakit sebagian wilayah terendam banjir. Banjir akibat hujan sejak 19.20 Wita pada Minggu (11/1/2026) terjadi di Desa Suka Raja, terdapat 60 rumah warga terisolir dengan ketinggian air mencapai 30-50 cm di halaman rumah warga.

Pada Kamis (8/1/2026), kejadian serupa terjadi di wilayah Kelurahan Mentawir dengan ketinggian air dari permukaan tanah mencapai 1,5 hingga 2 meter, meskipun akhirnya surut, namun ada 54 rumah dan 147 jiwa terdampak banjir tersebut.

“Banjir karena hujan tinggi sehingga air sungai meluap di RT 24-25  di desa kami, sehingga perlu ada solusi permanen dan penanganan segera berupa normalisasi sungai dan itu mendesak,” ungkap Ketua RT 25 Desa Suka Raja, Rahmad di lokasi kejadian.  

1. Sebelum ada IKN, banjir diatasi dengan normalisasi

Banjir IKN
Sejumlah pegawain BWS PU melakukan pemantauan banjir di IKN (IDN Times/Ervan)

Dibeberkannya, lima tahun lalu sebelum ada IKN juga terjadi banjir namun mampu diatasi dengan dilakukan normalisasi. Ketika itu, pelebaran sungai dibantu eksavator amphibi milik UPT PU Kabupaten dari hilir hingga mendekati muara sungai.

“Kini setelah lima tahun, lebar  sungai kembali alami penyempitan dan pendangkalan akibat longsoran dan sedimentasi. 

Sehingga, tambahnya, untuk mengatasinya hanya dengan melakukan normalisasi, dan itu sangat diharapkan warga.  Tentu dengan pengerjaan yang lebih baik, selain itu, warga juga perlu solusi jembatan.

“Memang ada rencana program normalisasi sungai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PU, namun sampai kini belum ada realisasi fisiknya,” tuturnya.

Dibeberkannya, banjir di Desa Suka Raja berdampaj 60 unit rumah di RT 24 dan RT 25 terendam banjir. Dimana untuk di RT 24 ada delapan rumah terendam banjir dengan delapan kepala keluarga (KK) lalu di RT 25 sebanyak ada 52 rumah di huni 52 KK.

2. Otorita IKN datang ke lokasi banjir

Banjir IKN
Deputi Otorita IKN Alimuddin bersama warga dan rombongan meninjau banjir di desa Suka Raja (IDN Times/Ervan)

Sementara itu, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin saat meninjau lokasi kejadian mengatakan, pihaknya datang ke lokasi guna menindaklanjuti teknis lapangan dan akan berkoordinasi dengan BWS. 

“Kami datang untuk meninjau guna mencari solusi, apakah secara permanen, ataukah sementara. Selain itu untuk mendapatkan informasi apakah sudah ada langkah program penanganan banjir  dari BWS,” terangnya.

3. Banjir sudah sering terjadi

Banjir IKN
Deputi Otorita IKN Alimuddin bersama Direktur Suwito lakukan koordinasi lapangan banjir di desa Suka Raja (IDN Times/Ervan)

Menurutnya, terpenting saat ini adalah pemukiman warga tidak terendam banjir, dan akses lalu-lalang hasil produksi kebun petani tidak terganggu. Persoalan nanti apakah tindak lanjutnya permanen atau tindakan sementara dari Kedeputian Sarana dan Prasarana (Sapras) Otorita IKN yang  menilainya.

“Kondisi harus kita luruskan, bahwa banjir di sini sudah sering terjadi bukan ketika ada pembangunan IKN saja. Mungkin hari ini karena faktor curah hujan tinggi kemudian pasang air laut dan lain-lain sehingga terjadi banjir. Tapi mudah-mudahan kita berharap ini yang terakhir,” sebutnya.

Dikatakannya, baru-baru ini Otorita IKN telah melaksanakan rapat sehubungan dengan kejadian banjir dan rapat itu menghasilkan dua poin kesepakatan, diantaranya normalisasi termasuk revitalisasi sungai-sungai di Sepaku. 

“Untuk normalisasi dan revitalisasi titik koordinatnya juga sudah ditentukan. Dimana ada enam titik yang kita temukan, tetapi empat diantaranya sudah masuk dalam program. Salah satunya Kelurahan Mentawir,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Intensitas Hujan Tinggi, Sebagian Wilayah IKN Terendam Banjir 

11 Jan 2026, 20:19 WIBNews