Penajam, IDN Times - Menjelang pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Rabu, 27 November 2024, isu politik uang atau money politics kembali mencuat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Beberapa warga di PPU mengaku ditawari amplop berisi uang dari tim sukses salah satu pasangan calon kepala daerah. “Saya ditawari uang sebesar Rp300 ribu untuk memilih salah satu pasangan calon bupati PPU. Tapi saya tolak karena takut terkena sanksi hukum,” ujar seorang ibu yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Senada dengan itu, seorang ibu rumah tangga lainnya juga mengaku mendapat tawaran serupa. Nilainya sama, Rp300 ribu per orang. Namun, ia dengan tegas menolak.
“Bagaimana mungkin suara kami hanya dihargai Rp300 ribu? Lima tahun mereka menjabat, apakah mereka akan amanah kalau dipilih dengan cara seperti ini?” katanya kesal.
