Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jalan Rusak Trans Kalimantan di Kubu Raya Memakan Korban Jiwa

Jalan Rusak Trans Kalimantan di Kubu Raya Memakan Korban Jiwa
Sat Lantas Polres Kubu Raya melakukan pengecekan kondisi lubang jalan. (IDN Times/Polres Kubu Raya).

Pontianak, IDN Times - Jalan Trans Kalimantan di Kilometer 38 hingga Kilometer 41, Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), mengalami kerusakan parah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Kondisi jalan berlubang tersebut telah menyebabkan kecelakaan maut dan mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu.

Kerusakan jalan ini diduga akibat banjir yang sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu titik lubang bahkan memiliki diameter 50 cm dengan kedalaman 20 cm, yang telah menyebabkan kecelakaan fatal.

1. Makan pelintas saat hendak mudik

Sejumlah jalan berlubang karena terberus banjir. (IDN Times/Polres Kubu Raya).
Sejumlah jalan berlubang karena terberus banjir. (IDN Times/Polres Kubu Raya).

Kasat Lantas Polres Kubu Raya AKP Supriyanto, melalui Kasubsi Penmas AIPTU Ade, mengungkapkan bahwa kondisi ini telah memakan korban jiwa. Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah terperosok di lubang tersebut saat perjalanan mudik ke Kabupaten Kapuas Hulu.

“Lubang di jalan ini sudah memakan korban jiwa. Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, terlebih jalan ini adalah akses utama lintas kabupaten di Kalbar,” ujar Ade, Selasa (24/12).

Selain menimbulkan kecelakaan, kerusakan jalan juga menyebabkan kemacetan panjang, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Volume kendaraan yang meningkat memperparah kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

2. Sat Lantas tutup lubang dengan bahan seadanya

Sat Lantas Polres Kubu Raya tutup lubang dengan bahan seadanya. (IDN Times/Polres Kubu Raya).
Sat Lantas Polres Kubu Raya tutup lubang dengan bahan seadanya. (IDN Times/Polres Kubu Raya).

Sebagai langkah awal, Satlantas Polres Kubu Raya telah melakukan penanganan darurat dengan menutup lubang-lubang jalan menggunakan material seadanya. Upaya ini dilakukan dalam rangka Operasi Lilin Kapuas 2024 untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas.

“Lubang paling parah ada di KM 36 hingga KM 41. Beberapa aspal sudah terkikis hingga hanya menyisakan tanah dan pasir. Jika hujan, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan, sehingga membahayakan pengguna jalan,” jelas Ade.

Ade juga menambahkan bahwa genangan air akibat cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Ia mengimbau pengendara, khususnya pengendara motor, untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut.

3. Imbau pemudik waspada berkendara

Sat Lantas Polres Kubu Raya memantau lubang di Jalan Trans Kalimantan. (IDN Times/Polres Kubu Raya).
Sat Lantas Polres Kubu Raya memantau lubang di Jalan Trans Kalimantan. (IDN Times/Polres Kubu Raya).

Romli, seorang pengendara yang sering melewati jalan itu, menilai perbaikan jalan selama musim hujan kurang efektif.

“Aspal itu tidak tahan air. Kalau diperbaiki saat musim hujan, pasti akan rusak lagi. Biasanya perbaikan baru dilakukan saat musim kemarau,” kata Romli.

Polres Kubu Raya mengimbau para pengguna jalan agar mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan. Ade menekankan pentingnya keamanan dan kehati-hatian untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Kerusakan jalan di kawasan strategis ini membutuhkan perhatian dan langkah cepat dari pemerintah untuk mencegah korban jiwa lebih banyak serta memastikan kelancaran arus lalu lintas, khususnya menjelang akhir tahun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

IKN Siaga Karhutla, BPBD Kaltim Libatkan 5 Daerah Penyangga

08 Apr 2026, 11:00 WIBNews