RSUD Kanujoso Djatiwibowo (IDN Times/Surya Aditya)
Persiapan untuk penambahan kamar juga dilengkapi dengan ventilator dan alat lain. Kendati begitu diakuinya yang jadi masalah sekarang adalah tenaga kesehatan. Bagaimana menambah ICU jika tenaga kesehatan tidak ditambah.
"Makanya tidak mudah untuk menambah ICU. Karena ini berkaitan juga dengan alat maupun nakes. Terlebih belakangan ini ada saja nakes yang mulai terpapar kembali," terangnya.
Ia membeberkan, di RS Kanujoso ada sekitar lima nakes yang sedang diistirahatkan karena terpapar COVID-19. Sementara di RSUD beriman ada dua orang.
"Jadi alangkah lebih baik jika kita bekerja di hulu agar tidak masuk di rumah sakit. Tapi Pak Edi selaku Ketua Persi (persatuan rumah sakit) se Kaltim mengatakan, juga akan tetap melayani meskipun rumah sakit kian penuh.
"Karena mereka yang diberikan amanah. Dan mereka sebagai penjaga gawang terakhir. Sejauh ini bahkan pihak rumah sakit mau tak mau mempersiapkan aula atau ruang lain di RS untuk antisipasi lonjakan kasus jika sampai yak terkendali," katanya.
Ia pun mengakui beberapa Rumah Sakit sempat penuh, seperti RS Pertamina dan RS Kanujoso. Tapi itu adalah kondisi malam. Paginya, pasien sudah dipindahkan dari ICU. Setelah pasien tersebut dipindahkan, sudah ada pasien yang mengantre masuk.
"Kami dari dinas kesehatan juga bertugas mengatur rujukan. Jadi jika suatu rumah sakit penuh menelpon ke kami, untuk dicarikan rumah sakit lain. Karena dipastikan pihak rumah sakit akan sangat sibuk jika harus mengurus terima telepon juga. Makanya diambil alih dinas kesehatan," katanya.
Untuk rencana penambahan rumah sakit rujukan, imbuhnya, sebenarnya sudah dibahas. Namun perlu SK. Sementara embarkasi hanya bisa berstatus tempat isolasi, bukan rumah sakit rujukan.
"SK ini kami minta ke gubernur. Karena untuk memberikan bantuan untuk rumah sakit juga harus ditetapkan dahulu. Sulit untuk embarkasi haji mengajukan bantuan ventilator. Karena statusnya tempat isolasi," jelas Dio.
Meskipun semua hal itu juga harusnya diikuti dengan tercukupinya tenaga kesehatan. Bukan hanya bangunan saja, tapi juga penting untuk melakukan penambahan tenaga kesehatan.
"RSUD beriman diberi kesempatan untuk rekrut 12 perawat dari APBD. dari BTB. Juga tenaga untuk embarkasi haji. Karena tenaga sebelumnya sudah pindah ke hotel isolasi. Makanya rekrutmen baru," katanya.