Kelas Bergetar, Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Kubu Raya

Kubu Raya, IDN Times - Warga Kubu Raya dihebohkan dengan ledakan bom molotov di SMPN 3 Kubu Raya, ledakan tersebut memicu kepanikan siswa dan guru, pada Selasa (3/2/2026).
Polres Kubu Raya mengungkap sosok RY yang medupakan terduga pelaku di balik aksi yang menggetarkan ruang kelas tersebut.
RY merupakan warga Kubu Raya yang diduga tinggal di Kecamatan Sungai Raya. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade saat di lokasi kejadian.
1. Ledakan bom molotov memakan korban

Ledakan tersebut memakan korban, yakni salah satu siswa yang sedang berada di luar kelas terkena ledakan paku. Saat itu korban bersama anak-anak lainnya sedang istirahat makan MBG dan melakukan aktivitas sekolah seperti biasanya.
Ade bilang, saat kejadian anak-anak sekolah panik dan terpaksa dipulangkan lebih awal mengingat kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan jadwal jam pembelajaran.
“Saat kejadian anak-anak panik dan terpaksa dipulangkan awal yang sebelumnya pulang harus pukul 14.00 WIB,” terangnya.
2. Polisi dalami motif pelemparan bom

Belum diketahui pasti kapan dimulainya aktivitas belajar di sekolah tersebut. Sebab, saat ini pihak Polres Kubu Raya masih terus melakukan olah TKP guna mengungkap motif hingga modus terduga pelaku.
“Aktivitas belajar mungkin bisa berjalan kembali seperti biasa ketika proses penyelidikan sudah selesai,” ungkapnya.
3. Terduga pelaku diamankan

Pasca-peledakan bom molotov yang terjadi di SMPN 3 Kubu Raya, petugas kepolisian dengan cepat mengamankan terduga pelaku.
Selain melakukan olah TKP, pihaknya mengamankan barang bukti serta memasang police line di sejumlah kelas, saat ini kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait motif dibalik peledakan tersebut.
“Terduga pelaku merupakan salah satu siswa aktif di sekolah,” terang Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni.
Terduga pelaku dikabarkan merupakan salah satu murid SMPN 3 Pontianak yang duduk di kelas 9.
“Sampai saat ini kami belum bisa memberikan informasi lebih, karena semua masih dalam proses penyidikan,” tuturnya.
Wakapolres Kubu Raya mengimbau, agar masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.


















