Kodam Mulawarman Benarkan Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil

Balikpapan, IDN Times - Kodam VI Mulawarman mengakui tentang meninggalnya salah seorang siswi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) di Rindam (Resimen Induk Daerah Militer) setempat. Siswi yang tidak disebutkan identitasnya tersebut dilaporkan meninggal dunia karena sakit.
"Betul tentang seorang siswi SPPI yang meninggal dunia karena sakit," kata Kepala Penerangan Kodam Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
1. Kronologis meninggalnya korban

Gatot menjelaskan, almarhumah mengikuti pelatihan dasar militer di Rindam Mulawarman sebagai bagian dari program pembekalan bagi peserta SPPI. Berdasarkan informasi yang beredar, korban diketahui merupakan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Meski demikian, Kodam belum memberikan rincian terkait identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya. Saat ini, jenazah telah dipulangkan ke daerah asal dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
"Untuk saat ini masih dalam proses pendalaman. Pada kesempatan pertama akan kami sampaikan perkembangan dari kejadian tersebut," ujar Gatot.
2. Kasus meninggalnya siswi saat pelatihan militer dasar

Kasus meninggalnya peserta pelatihan tersebut mulai ramai diperbincangkan di media sosial sejak Senin (22/6/2026). Dalam sejumlah unggahan disebutkan peserta berjenis kelamin perempuan itu sempat pingsan saat mengikuti kegiatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Informasi yang beredar juga menyebutkan korban telah dipulangkan ke kampung halamannya dan langsung dimakamkan. Namun, pihak Kodam belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kronologi kejadian tersebut.
Pelatihan dasar militer yang diikuti korban merupakan bagian dari program pembekalan bagi calon pengelola KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
3. Pelatihan dasar militer bagi manajer KDMP dan KNMP

Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan, diberitakan Antara, para peserta akan mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) selama 45 hari di berbagai satuan TNI di seluruh Indonesia. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, wawasan kebangsaan, serta etos kerja.
Selain pelatihan dasar kemiliteran, peserta juga dibekali kemampuan manajerial dan kompetensi teknis yang disusun bersama kementerian terkait sebagai bekal menjalankan tugas di KDMP maupun KNMP.
Program tersebut diikuti 35.476 peserta yang terdiri atas 30.000 calon pengelola KDMP dan 5.476 calon pengelola KNMP. Mereka menjalani pelatihan di 67 satuan TNI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.



















