Pontianak, IDN Times - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, memberikan klarifikasi terkait sejumlah isu krusial. Mulai dari konflik sosial di Air Upas hingga capaian pembangunan infrastruktur dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Isu konflik sosial di Air Upas, Kabupaten Ketapang, sebelumnya ramai diperbincangkan publik. Bahkan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solmadapar menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalbar.
Berdasarkan laporan yang beredar, sedikitnya terjadi 37 kasus pembakaran pondok dan rumah warga di wilayah tersebut. Situasi semakin mencekam setelah muncul aksi penembakan yang memicu ketakutan di tengah masyarakat.
