Menteri LH Turun ke Lapangan Nilai Pengelolaan Sampah Kota Balikpapan

Balikpapan, IDN Times - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung kondisi pengelolaan sampah dan infrastruktur lingkungan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kunjungan tersebut dilakukan ke sejumlah titik sebagai bagian dari penilaian akhir Balikpapan sebagai kandidat penerima penghargaan Adipura.
“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung apakah Kota Balikpapan masih layak meraih Adipura atau justru turun ke kategori di bawahnya, yakni kota bersertifikat,” ujar Hanif diberitakan Antara di sela kunjungan, Jumat (6/2/2026).
1. Sistem pengelolaan sampah di Balikpapan

Dalam peninjauan tersebut, Hanif mengecek sistem pengelolaan sampah yang diterapkan masyarakat di Kampung Pinisi. Ia juga berdialog dengan warga untuk mengetahui secara rinci pengelolaan sampah rumah tangga, mulai dari proses pengumpulan hingga pembuangan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kampung Bungas. Di lokasi ini, Hanif kembali berdialog dengan warga terkait pengelolaan sampah di lingkungan permukiman. Selain itu, ia memantau kondisi kebersihan serta pengelolaan sampah dari aktivitas perdagangan di Pasar Paser Baru dan Pasar Pandansari.
Hanif menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan evaluasi akhir pengelolaan sampah pada Desember 2025. Evaluasi lanjutan terhadap 471 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dilakukan pada awal 2026.
“Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah daerah memperoleh nilai relatif tinggi dan berpotensi meraih Adipura,” jelasnya.
2. Daerah di Indonesia yang berpeluang raih Piala Adipura

Beberapa daerah yang dinilai memiliki peluang meraih predikat Adipura antara lain Kota Surabaya, Balikpapan, Bontang, serta Kabupaten Ciamis. Meski demikian, Hanif menegaskan seluruh penilaian tersebut masih memerlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi nyata.
“Masih banyak aspek yang perlu dibenahi di Kota Balikpapan, khususnya terkait pengelolaan sampah dan kondisi lingkungan permukiman,” tambahnya.
Selain pengelolaan sampah, Hanif juga menyoroti kondisi infrastruktur lingkungan. Ia menilai kondisi jalan utama di Balikpapan relatif baik, namun masih terdapat sejumlah kawasan permukiman yang membutuhkan perhatian, termasuk kondisi sungai dan lingkungan sekitarnya.
3. Pemantauan dalam pengelolaan sampah

Menurut Hanif, kunjungan ke Balikpapan merupakan bagian dari pemantauan nasional pengelolaan sampah yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Permasalahan sampah menjadi perhatian serius pemerintah. Selama setahun terakhir, kami melakukan pemantauan secara detail terhadap pengelolaan sampah di berbagai daerah,” tutupnya.


















