Mahasiswa UINSI Minta Gratispol Dilanjutkan, Tanpa Ini Kuliah Terancam

Samarinda, IDN Times - Program bantuan biaya pendidikan perguruan tinggi melalui Gratispol terbukti memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa di Kalimantan Timur. Program ini dinilai mampu meringankan beban biaya kuliah, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Tim Gratispol Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Raihan, mengungkapkan saat ini sebanyak 1.300 mahasiswa di kampus tersebut menjadi penerima manfaat. Melalui program ini, para mahasiswa dapat menempuh pendidikan tanpa harus membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
1. Survei di intenal UINSI Samarinda

Menurut Raihan, pihaknya juga telah melakukan survei kepada mahasiswa terkait kelanjutan program tersebut. Hasilnya, hampir seluruh responden berharap Program Gratispol tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan.
“Mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 1.300 orang khawatir akan putus kuliah jika program ini dihentikan. Sebab, mereka tidak mampu membayar UKT yang saat ini ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Program Gratispol,” ujarnya saat menghadiri silaturahmi Aliansi Dewan Mahasiswa (Dema) PTKIN Kalimantan bersama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam akun IG Pemprov Kaltim, Kamis (2/4/2026).
2. Evaluasi Program Gratispol ke depan

Meski dinilai berjalan baik, Raihan menilai program tersebut tetap perlu dievaluasi guna penyempurnaan ke depan.
“Jika melihat dari sisi manfaat dan mudarat, kami menilai Gratispol jauh lebih banyak memberikan manfaat. Ratusan ribu mahasiswa di Kaltim yang kuliah di 52 perguruan tinggi telah merasakan dampaknya,” jelasnya.
Selain itu, Tim Gratispol UINSI Samarinda juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa kurang mampu. Estimasi kebutuhan biaya hidup tersebut sekitar Rp75 ribu per hari untuk makan dan transportasi, atau setara Rp2,25 juta per bulan, belum termasuk biaya tempat tinggal sebesar Rp900 ribu per bulan.
3. Evaluasi Program Gratispol bagi SDM di Kaltim

Menanggapi hal tersebut, Seno Aji memberikan apresiasi terhadap peran mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan Program Gratispol. Ia memastikan, Pemprov Kaltim akan terus melakukan evaluasi agar program tersebut semakin berdampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Saat ini, Program Gratispol telah menjangkau sekitar 159 ribu mahasiswa di Kalimantan Timur sebagai penerima manfaat.
Terkait usulan bantuan biaya hidup, Seno Aji menyebut hal tersebut akan dibahas bersama pemerintah kabupaten/kota di Kaltim. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemanfaatan fasilitas asrama mahasiswa milik daerah, sementara Pemprov Kaltim tetap fokus pada pembiayaan UKT.


















