Mengharukan! Pak Udin, Muslim Tuli yang Ikut Siapkan Vihara Sambut Imlek

Kubu Raya, IDN Times - Toleransi antarumat melekat pada diri sorang penjaga Vihara di Kubu Raya. Dia adalah Pak Udin, sosok muslim yang bekerja untuk Vihara Tri Dharma Hian Tian Siag Hie, di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).
Pak Udin penyandang tuli tampak sibuk mempersiapkan vihara menjelang Imlek 2026. Tampak para pekerja sibuk mempersiapkan berbagai perlengkapan Imlek, mulai dari gotong royong membersihkan vihara, membuat lampion raksasa, hingga menyalakan Hio untuk umat beribadah.
Pak Udin juga tampak sibuk mempersiapkan Hio untuk para umat beribadah. Pak Udin merupakan seorang muslim yang ikut membantu berbagai pekerjaan di Vihara tepi Sungai Kakap tersebut.
1. Awal mula Pak Udin bekerja di Vihara

Wakil Ketua Vihara Tri Dharma Hian Tian Siang Tie, Agusvedi menceritakan bahwa Pak Udin merupakan seorang tuli yang awalnya bekerja di pasar.
“Dia itu dulu awalnya bekerja di pasar, lalu entah mungkin karena faktor usia atau apa dia sering datang ke sini bantu-bantu, lama-lama ya jadi kerja di sini, dan kita gaji juga,” ungkapnya, Senin (16/2/2026).
Dia juga menyampaikan bahwa pekerja atau pengurus di vihara ini kerap kali mendapatkan bantuan dari umat yang datang.
“Umat yang datang sembayang biasanya selalu ada yang kasih mereka bantuan berupa uang, mungkin untuk jajan atau apa gitukan,” lanjutnya.
2. Vihara tak pandang suku, ras, agama

Agusvedi menyebut bahwa sebelumnya juga pernah ada seorang penyandang tuli yang bekerja di vihara tersebut, namun yang bersangkutan telah meninggal dunia.
Dia bilang, meskipun Udin seorang muslim Vihara Tri Dharma Hian Tian Siang Tie tidak menganggap hal itu sebagai permasalahan, menurutnya siapa saja bisa datang dan berkerja di sini selama ia mau.
“Kami semuanya sama saja sih mau agama apa pun, biasanya kalau pas event Imlek kan, kalau dekorasi kita bagus, silakan saja orang apa saja kalau mau datang foto-foto kita tidak masalah,” tuturnya.
3. Toleransi umat beragama

Dia menuturkan bahwa semua masyarakat di daerah Vihara saling mendukung dan saling menjaga toleransi satu sama lain, tanpa mempermasalahkan perbedaan agama atau pun ras.
“Di sini masyarakatnya saling medukung, jadi nanti kalau Imlek mau siapa pun yang datang tidak ada larangan, siapa pun boleh datang,” jelasnya.
Vihara Tri Dharma Hian Tian Siang Tie menjadi ruang tumbuhnya toleransi, di mana setiap orang saling menghargai tanpa melihat keterbatasan, perbedaan suku, agama, maupun ras, serta hidup berdampingan dalam harmoni.


















