Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Musim Kemarau di Pontianak, Suhu Diprediksi Tembus 35 Derajat Celsius
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
  • Dinas Kesehatan Pontianak mengimbau warga waspada terhadap ISPA, diare, DBD, dan heatstroke saat musim kemarau dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius.
  • Pemerintah menyiapkan logistik, obat-obatan, serta edukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memastikan air bersih tetap aman dikonsumsi.
  • Dinkes memperketat pemantauan jentik nyamuk dan mengingatkan warga membatasi aktivitas di bawah terik matahari serta memperbanyak minum air putih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau. Penyakit yang perlu diantisipasi antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, demam berdarah dengue (DBD), hingga heatstroke.

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memastikan ketersediaan logistik dan obat-obatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan untuk menekan risiko munculnya penyakit akibat musim kemarau.

"Pada musim kemarau ada beberapa penyakit yang biasanya meningkat. Jika terjadi kabut asap, kasus yang paling sering muncul adalah ISPA. Karena itu kami sudah menyiapkan logistik dan obat-obatan untuk penanganannya," kata Saptiko, Rabu (22/7/2026).

1. Ingatkan kualitas air bersih

ilustrasi air bersih, ketersediaan air (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)

Selain ISPA, masyarakat diminta lebih memperhatikan kualitas air bersih yang digunakan sehari-hari. Menurut Saptiko, berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau dapat meningkatkan risiko diare apabila air yang dikonsumsi tidak memenuhi standar kesehatan.

"Pastikan air yang digunakan untuk minum benar-benar bersih dan aman. Jangan sampai keterbatasan air justru memicu meningkatnya kasus diare," ujarnya.

2. Perketat pemantauan jentik nyamuk untuk cegah DBD

Ilustrasi DBD. (IDN Times/Aditya Pratama).

Dinkes juga menginstruksikan seluruh puskesmas memperkuat pemantauan jentik nyamuk sebagai upaya mencegah penyebaran DBD. Warga yang menampung air selama musim kemarau diminta menutup rapat tempat penampungan dan membersihkannya secara berkala agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

"Tempat penampungan air harus ditutup rapat dan rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk," jelasnya.

3. Memperbanyak minum air putih

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko. (IDN Times/istimewa).

Di sisi lain, Dinkes mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca panas yang diperkirakan mencapai suhu 35 derajat Celsius. Anak-anak, lanjut usia, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan diimbau membatasi paparan sinar matahari, terutama pada siang hari, serta memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi dan heatstroke.

"Batasi aktivitas di bawah terik matahari pada siang hari dan jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari heatstroke," pesannya.

Meski demikian, Saptiko memastikan hingga saat ini belum terjadi lonjakan kasus penyakit yang berkaitan dengan musim kemarau di Kota Pontianak.

"Sejauh ini kondisinya masih normal. Belum ada peningkatan kasus penyakit yang dipicu musim kemarau," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article